Presiden Sebaiknya Hindari "Reshuffle" Saat Ini

Kamis, 22 Oktober 2015 06:26 WIB
333x ditampilkan Nasional

Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyatakan bahwa reshuffle kabinet adalah hak prerogatif Presiden RI Joko Widodo, sehingga sebaiknya tidak ada pihak yang berusaha mengintervensi dan menekan kepala pemerintahan untuk melaksanakannya.

 

Hal itu disampaikan Hasto karena pihaknya menilai isu reshuffle justru akan kontraproduktif bila digemakan saat ini, saat pemerintahan justru sedang bekerja keras menyelesaikan berbagai persoalan di bidang perekonomian.

 

"Buat kami PDIP, sebaiknya saat ini hindarkanlah terlebih dahulu hal-hal yang hanya menguras energi politik," kata Hasto, dalam pesannya, Rabu (21/10).

 

Saat ini, ujar Hasto, sebaiknya dukungan diberikan kepada Presiden Jokowi bersama aparatur pemerintahan untuk berkonsentrasi menangani berbagai masalah bangsa, khususnya terkait isu ekonomi. Diingatkan Hasto juga, agar para menteri lebih baik bekerja keras daripada berpolitik demi mengamankan posisi sendiri.

 

Jauh lebih efektif dan berguna bagi rakyat apabila konsentrasi penuh diberikan untuk mengerjakan tugas-tugas yang diberikan presiden dalam melaksanakan Trisakti dan Nawacita di Indonesia.

 

Walau demikian, seandainya pun hendak dilaksanakan, Hasto mengatakan pihaknya tak akan campur tangan. Kalau dimintai saran oleh presiden, PDIP akan siap memberikannya.

 

"Kami tidak campur tangan. Sekiranya presiden mau melakukan, ya kami akan memberikan saran agar upaya tersebut benar-benar meningkatkan efektivitas dan kinerja pemerintahan. Yang kami hindari adalah menciptakan persoalan-persoalan baru," ungkap Hasto.


(beritasatu)