DPD RI Kecewa Anggaran Pengangkatan Guru Honorer Tidak Masuk APBN 2016

Rabu, 18 November 2015 12:25 WIB
262x ditampilkan Nasional

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Hendri Zainudin tak habis pikir mengapa pemeritah tidak memasukan anggaran untuk pengangkatan guru honorer Kategori 2 (K2) dalam APBN 2016 yang baru saja disahkan.

 

"Saya secara pribadi sedih, kenapa penggangkatan guru honorer bisa dengan mudah dikesampingkan. Kenapa dana-dana yang lain mungkin belum krusial dapat dimasukkan," ungkap Hendri dalam keterangan yang diterima Okezone, Rabu (18/11/2015).

 

Padahal, kata Hendri, pemerintah melalui Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi menegaskan pemerintah dan DPR sudah menyepakati pengangkatan status guru honorer K2 menjadi PNS pada rapat Komisi II DPR pada 15 September 2015.

 

Pengangkatan tersebut akan dilakukan berkala selama 4 tahun dari 2016 sampai 2019 dengan total biaya pengangkatan Rp188 miliar dan total anggaran Rp34 triliun.

 

Menurutnya, guru adalah ujung tombak revolusi mental bagi seluruh generasi penerus bangsa. "Bila pemerintah ingin mensukseskan nawacita sudah saatnya pemerintah dan instasi terkait memberikan kebijakan arif terhadap kesejahteraan guru," pungkas Hendri.


(okz)