Mendagri Hormati Penundaan Pilkada di Lima Daerah

Rabu, 9 Desember 2015 13:26 WIB
226x ditampilkan Nasional

Mentri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menghormati proses hukum yang mengakibatkan penundaan Pilkada di lima daerah.

 

Lima daerah yang menunda pelaksanaan Pilkada sehari jelang pencoblosan adalah Provinsi Kalimantan Tengah, Kota Pematangsiantar di Sumatera Utara, Kabupaten Simalungung di Sumatera Utara, Kota Manado di Sulawesi Utara dan Kabupaten Fak-Fak di Papua Barat.

 

Dikatakannya, penundaan ini bukan kesalahan KPU sebab penyelenggara sudah menyiapkan hingga 99 persen. Tetapi adanya masalah hukum maka proses Pilkada ditunda.

 

Ia menargetkan, penundaan Pilkada di lima daerah dapat selesai dalam kurun waktu 21 hari. Tetapi, Kementerian Dalam Negeri menargetkan dapat selesai dalam waktu 14 hari.

 

Dengan demikian maka proses penghitungan suara secara nasional bisa sama dan penetapan pemenangnya.

 

Akibat adanya penundaan ini, maka daerah yang jabatan masa kepala daerahnya habis, secara otomatis dijabat oleh Pjs.

 

"Intinya, kita harapkan agar proses hukum bisa berjalan sesuai aturan dan Pilkada terlaksana tanpa adanya masalah," ujarnya.

 

Diakui Mendagri, mengenai bebas bersyarat yang menjadi masalah, memiliki banyak tafsiran. Tetapi hakim memiliki kebijakan lain dan pemerintah menghormati itu.

 

Sebelumnya, anggota KPU RI, Hadar mengatakan, untuk Pilkada di Kalimantan Tengah dan Fak-Fak ditunda dilanjutkan dengan pengajuan kasasi. Sedangkan dengan Pemantangsiantar, Simalungun dan Manado ditunda dan meminta putusan ke MA segera.

 

Sebelumnya, PT TUN memutuskan perkara yang diajukan pasangan calon Pilgub Kalteng Ujang Iskandara dan Jawawi dan pasangan calon Pilkada Kabupaten Fak-Fak Donatus Nimbitkendik dan Abdul Rahman.

 

Dalam putusan itu, PT TUN mengabulkan permohonan seluruhnya sehingga pasangan pasangan Ujang-Jawawi dan Donatus-Abdul dinyatakan berhak ikut pilkada.

 

Lalu untuk Kota Pematangsiantar, Kota Manado dan Kabupaten Simalungung, PT TUN mengeluarkan putusan sela hingga menunggu keputusan KPU yang mencoret pasangan Serfenov Sirait-Parlindungan Sinaga di pilkada Pematangsiantar, Jimmy Romba Rogi-Bobby Daud di pilkada Kota Manado dan JR Siragih-Amran Sinaga di pilkada Simalungung.

 
(ant)