Akibat Konsleting Listrik, Rumah Pegawai BNPB Ludes Terbakar

Kamis, 24 Desember 2015 08:57 WIB
888x ditampilkan Lingga

LINGGA - Sebuah rumah milik Galih salah seorang pegawai di Badan Nasional Penaggulanan Bencana Daerah (BNPB) Kabupaten Lingga, Kampung Seranggung, Kelurahan Daik, Kecamatan Lingga, ludes terbakar di lalap sijago merah, sekitar pukul 03.10 WIB, Rabu sore (23/12)


Rumah panggung berbahan kayu tersebut, dalam sekejap menjadi kobaran api dan membuat panik warga. Namun, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini.


Informasi yang dihimpun wartawan Terkininews ini dilapangan, kebakaran diduga disebabkan dari konsleting arus listrik. Rumah yang berada tepat dipinggir jalan, tak jauh dari pemakaman warga Thiong Hua kampung Seranggung tersebut berada jauh dari pemukiman warga. Hanya terdapat beberapa rumah saja tak jauh dari tempat kejadian.


Tidak lama kemudian timbul api dari bagian samping rumah nyala keatas dan merembet ke bagian lain rumah, sehingga menghanguskan seluruh isi perabotan rumah tanpa ada yang tersisa. Sementara mobil pemadaman kebakaran (Damkar) dan petugas BNPB yang datang, saat kondisi rumah sudah dilalap api dan tidak dapat selamatkan.


Herman, salah seorang saksi mata dan juga merupakan tetangga Galih mengatakan, awalnya ia mendengar seperti suara ledakan. Ia yang sedang bekerja dirumahnya yang hanya berjarak sepuluh meter dari tempat kejadian, saat itu sedang bekerja di teras rumahnya. Melihat api tiba-tiba muncul dari rumah Galih, Herman bergegas mengambil air untuk memadamkan api dan memanggil warga untuk meminta bantuan.


" pertama saya dengar ledakan 'tusss' dan Pas saya lihat, api sudah berkobar. Saya teriak, memanggil warga lain untuk membantu memadamkan. Kebetulan, dirumah yang terbakar sedang kosong," ungkap Herman.


Tanpa pikir panjang, Herman menyiram rumah dengan ember berisi air. Namun, api semakin membesar. Warga lainpun mulai ramai berdatangan, namun rumah Dali sudah menjadi arang.


"Barang yang di dalam rumat tidak bisa di selamatkan. Saya cuma sempat memindahkan motor," papar Herman.


Dikatakan Herman, kebakaran begitu cepat terjadi. Dalam waktu 30 menit, seluruh bagian rumah sudah menjadi kobaran api. Sementara pemilik rumah, Galih dikatakannya sedang bekerja. Sementara istri Galih, saat itu juga sedang berada di luar rumah.


"Rumahnya kosong. Tidak ada orang. Kami yang panik dan berteriak minta pertolongan warga," ujarnya lagi.


Sementara itu, Galih pemilik rumah yang baru pulang dari tempat ia bekerja enggan memberi komentar terkait kebakaran dan musibah yang menimpanya. Panik akan kejadian tersebut, membuat Galih terlihat shok. 


Sampai berita ini di tulis, belum dapat diketahui berapa jumalh kerugian dari kebakaran yang terjadi.