Kapolda: Ancaman Teror di Jakarta Diketahui Polisi Jelang Natal

Jumat, 25 Desember 2015 15:55 WIB
748x ditampilkan Nasional

Polda Metro Jaya mengimbau publik tidak panik dengan sejumlah ancaman teror di wilayah Jakarta. Ia memastikan kondisi Ibu Kota dan sekitarnya saat perayaan Natal dan Tahun Baru aman dan kondusif.



"‎Mereka memiliki rencana itu (menyasar wilayah Jakarta), tapi target utama sebenarnya kepolisian, ya. Tapi kita sudah lakukan langkah-langkah antisipasi," imbau Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian di Mapolda Metro Jaya, Jumat (25/12/2015).

Tito menjelaskan kepolisian sudah lama mengetahui ancaman terorisme jelang perayaan Natal d‎an Tahun Baru 2016. Namun pihaknya enggan mengungkapkan kepada publik agar tidak terjadi kekacauan.

"Sebelumnya memang sudah dengar, kita sudah tahu, tapi nggak kita sampaikan ke publik.‎ Sengaja Mabes Polri, Polda Metro, Densus tidak mau ‎umumkan kepada publik agar tidak terjadi kepanikan," ungkap dia.

Operasi Silent

Mantan Kepala Densus 88 Antiteror itu menyabutkan, kepolisian lebih memilih operasi silent atau bergerak diam-diam bersama stakeholder. Hasilnya, selama Desember 2015, polisi menangkap 11 terduga teroris di sejumlah wilayah Pulau Jawa.

 


‎"‎Tapi kita lakukan langkah-langkah memperkuat operasi deteksi, kita kerja sama antara BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Teroris), Densus 88, Mabes Polri, dan Polda Metro," papar Tito.

Densus 88, kata Tito, kemudian melakukan operasi pendahuluan di beberapa wilayah yang sudah dipetakan. Hasilnya, 9 terduga teroris dibekuk di wilayah Mojokerto dan Gresik, Jawa Timur. Kemudian Majenang, Cilacap, Jawa Tengah, serta Tasikmalaya, Jawa Barat.

"Setelah itu, khusus untuk sel di Jakarta ‎kita lakukan operasi bersama sehingga tertangkap 2 orang itu. Tapi sebetulnya masih ada beberapa orang, nggak banyak. Tapi yang jelas tokoh utamanya sudah kita tangkap," jelas Kapolda.

Operasi dilakukan Densus 88 pada 18, 19, dan 20 Desember 2015 di 5 daerah berbeda yakni Tasikmalaya, Mojokerto, Gresik, Sukoharjo, dan Cilacap. Dalam operasi ini, polisi menangkap 9 terduga teroris yakni R, YS, AR, ZA, MKA, TP, IM, JA, dan KA alias AJ.

Polisi kemudian mengembangkan hasil tangkapan itu. Hasilnya, Densus 88 menangkap Arif Hidayatullah alias Abu Mushab di kawasan Bekasi, Jawa Barat, Rabu 23 Desember 2015 pagi. Kemudian sorenya, polisi menangkap seorang warga negara asing (WNA) bernama Alli di Bekasi, Jawa Barat. Alli disiapkan menjadi pengantin bom bunuh diri.