Ini Kata Ketua Majelis Syuro PKS Soal "Kedekatan" dengan Jokowi

Senin, 4 Januari 2016 09:20 WIB
194x ditampilkan Nasional

Jakarta-Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Salim Segaf al Jufri, menegaskan bahwa kunjungan Presiden PKS Sohibul Imam menemui Presiden Joko Widodo, pertengahan Desember 2015, bukan untuk mengincar kursi menteri. Salim mengatakan, kunjungan itu hanya sekadar untuk membangun kebersamaan. Selain itu, agar Presiden nanti mau hadir dalam acara yang akan dibuat PKS.


Karenanya, dia menegaskan PKS tetap berkomitmen untuk terus bersama Koalisi Merah Putih.

 

"Kami ke sana, kita bukan untuk mendapat kursi atau jabatan. Tapi membangun kebersamaan. Jadi, kunjungan itu kami ingin bersilaturahmi. Itu adalah hal yang wajar," kata Salim, Minggu (3/1).

 

Posisi PKS adalah mendukung seluruh program pemerintahan, dengan syarat sepanjang program itu prorakyat. Jika dianggap tidak prorakyat, ditegaskan Salim, pihaknya akan mengkritik keras.

 

Bagi PKS, kata Salim, bekerja sama dengan siapa pun tidak masalah. Karena itu menunjukkan cerminan partai itu sebagai partai dakwah. Posisi PKS adalah ingin setiap pemimpin berhasil memimpin Indonesia. "Tetapi Kami tetap memberikan kritik yang membangun, check and balances juga kita jaga," imbuhnya.

 

KMP, kata Salim, adalah koalisi yang harus terus dipertahankan. "Tapi satu sisi kita bebas sebagai partai mandiri untuk membangun. Salah satunya dengan silaturahmi," katanya.