Jokowi Lepas 190 Ekor Burung di Kebun Raya Bogor

Senin, 4 Januari 2016 06:21 WIB
308x ditampilkan Nasional

Presiden Joko Widodo melepas 190 ekor burung di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Minggu (3/1/2016) pagi.

 

Berbagai jenis burung yang dilepas Jokowi antara lain adalah Jalak Kebo, Jalak Nias, Kapasan, Puter, Perkutut, Kutilang Sutra, Kutilang Biasa dan Trucuk. ‎

"Sebenarnya, melepaskan berbagai jenis burung ke alam terbuka, bukan kali pertama dilakukan Presiden Jokowi. Diantaranya Februari 2015, Presiden Jokowi juga melepas ratusan burung di Istana Merdeka dan Istana Kepresidenan Bogor," kata tim komunikasi Presiden Ari Dwipayana, dalam keterangan pers, Minggu (3/1/2016).

Ari mengatakan, tidak hanya burung, melepas ikan-ikan ke aliran sungai Ciliwung dan kolam Kebun Raya Bogor pernah dilakukan presiden.

Tujuan Presiden Jokowi melepas burung dan ikan ini agar ekosistem alam tetap terjaga dengan baik, terutama di kawasan perkotaan.

 

"Presiden Jokowi juga mengamati bahwa jumlah burung semakin berkurang, apalagi di Istana Kepresidenan Jakarta. Untuk itulah, Presiden menginginkan agar di Istana Kepresidenan Bogor dan Kebun Raya keberadaan burung dan ikan harus dilindungi dan jumlahnya diperbanyak," katanya.

Menurutnya, yang cukup menarik dari pelepasan burung dan ikan itu adalah karena Presiden membeli dan memilihnya langsung, seperti pelepasan burung yang dilakukan pagi ini, Presiden memb‎eli 190 burung di Pasar Burung Pramuka, Jakarta Timur, Sabtu (2/1/2016). Tanpa direncanakan sebelumnya, Presiden Jokowi ditemani putranya, mengunjungi Pasar Burung Pramuka, Jakarta Timur.

Di Pasar Burung itu, Presiden menyusuri satu per satu kios-pedagang burung itu. Presiden yang hanya didampingi ajudan dan beberapa. Anggota Paspampres, terlihat santai dan sesekali menyapa warga yang berada di Pasar Burung itu. Tak berapa lama, Presiden membeli 190 ekor burung dari berbagai jenis.

Demikian pula saat melepas burung pada bulan Februari 2015, Presiden membeli langsung ratusan ekor burung di Pasar Burung Pramuka, Jakarta Timur.