Kapolri Belum Berhasil Tangkap Gembong Teroris Santoso

Jumat, 8 Januari 2016 15:30 WIB
747x ditampilkan Nasional

Jakarta - Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengakui jika pihaknya memang belum berhasil menangkap Santoso kendati telah mengerahkan ribuan personel TNI-Polri dalam Operasi Camar Maleo setahun belakangan ini.


Namun jenderal bintang empat ini menyatakan jika kendati Santoso, yang merupakan pimpinan Mujahidin Indonesia Timur merupakan target utama, tapi dia bukan satu-satunya tujuan operasi digelar.

"Santoso ini merupakan target utama tapi kalaupun Santoso tertangkap bukan berarti kita terus berhenti. Karena (kalau) Santoso meninggal yang lain akan muncul. Kan biasanya begitu organisasi (teroris) seperti itu," kata Badrodin di Mabes Polri Jumat (8/1).

Oleh karena itu pihaknya melakukan evaluasi mendalam pelaksanaan operasi yang telah berlangsung selama satu tahun terakhir ini. Polri ingin melihat seberapa jauh efektivitas operasi ini untuk menekan kelompok Santoso mengganggu keamanan.

"Hasil evaluasi kemarin, sekitar 28 orang (kaki tangan Santoso), berhasil tertangkap termasuk pimpinannya," sambungnya.

Seperti diberitakan Operasi Camar Maleo IV berakhir Sabtu (9/1) besok. Dari 28 yang tertangkap itu tujuh orang di antaranya tewas--termasung Daeng Koro-- dan 21 lainnya sedang menjalani proses hukum.

Disisi lain, selama operasi itu juga ada dua polisi dan satu tentara yang tewas dan empat polisi luka-luka.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti kegiatan terorisme berupa senjata api, amunisi, bom rakitan, bahan pembuat bom, dan pakaian selama operasi.

Santoso dan sekitar 31 anak buahnya, yang diyakini telah dibaiat menjadi anggota ISIS, masih bersembunyi di hutan-hutan sekitar Poso Pesisir sampai wilayah Sausu, Kabupaten Parigi dan Napu, Kabupaten Poso.

 

Sumber