Puluhan Murid Ini Terpaksa Belajar di Lantai

Jumat, 8 Januari 2016 22:58 WIB
356x ditampilkan Pendidikan

PASIRPANGARAIAN (RIAU) - Puluhan murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 006 Kecamatan Kepenuhan berlokasi di Desa Ulak Patian, Kabupaten Rokan Hulu terpaksa belajar secara lesehan di lantai sejak enam atau delapan bulan lalu.


Belajar secara lesehan ini dilakukan puluhan murid, karena sekolah mereka belum punya ruang belajar tidak memenuhi standar pendidikan atau kekurangan ruang kelas belajar (RKB). SDN 006 Kepenuhan masih kekurangan tiga RKB lagi, untuk tempat belajar murid Kelas 1 dan Kelas 2.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rohul, Alpasirin mengakui mendapat laporan ada murid yang menjalani proses belajar mengajar di lantai sekolah, Jumat (8/1/16) pagi, ia langsung meninjau ke SDN 006 Kepenuhan di Desa Ulak Patian.

Anggota Komisi III DPRD Rohul yang membidangi pendidikan terkejut sesampainya di SDN 006 Kepenuhan di Desa Ulak Patian itu. Kondisi sekolah sesuai laporan masyarakat.

Di sekolah itu, Politisi Partai Nasional Demokrat tersebut melihat sekira 30 murid Kelas 1 dan Kelas 2 di SDN 006 Kepenuhan sedang mengikuti proses belajar secara lesehan atau duduk di lantai.

Selain belajar di lantai akibat tak ada kursi dan bangku, sambung Alpasirin, SDN 006 Kepenuhan masih kekurangan RKB. Bahkan, sekolah di daerah terpencil ini tak sesuai standar pendidikan.

"Sekolah belum punya fasilitas yang layak, seperti meja belajar, bangku dan termasuk buku panduan belajar siswa. Beberapa pendukung proses belajar lain juga belum tersedia," ujar Alpasirin kepada wartawan, Jumat.

Selain itu, tambah Alpasirin, bangunan tiga RKB dipakai murid juga merupakan bantuan dari Desa Ulak Patian, bantuan sisipan dana Bantuan Operasional Sekolah atau BOS.

"Walau bangku dan meja seadanya, namun semangat mereka (murid) sangat luar biasa," puji Alpasirin sekaligus miris melihat bangunan SDN 006 Kepenuhan.

Diakuinya, ia akan berupaya memperjuangkan keluhan dari para guru dan murid di SDN 006 Kepenuhan di DPRD Rohul, sehingga tahun ini tiga RKB yang dibutuhkan terealisasi, sehingga murid tak lagi belajar di lantai.

Alpasirin mengaku prihatin melihat kondisi SDN 006 Kepenuhan. Menurutnya, sekolah belum sesuai. standar pendidikan. Jika dibandingkan dengan sekolah di Kota Pasirpangaraian, bahkan ada gedung sekolah yang sudah bertingkat.

Sementara itu, salah seorang murid SDN 006 Kepenuhan, Nuraini, mengakui meski dengan keterbatasan, mereka masih tetap semangat belajar.

Namun demikian, gadis cilik ini meminta agar ada bantuan bangku, meja dan buku-buku yang bisa dibaca, sehingga mereka lebih giat dan semangat dalam belajar.

Kepala SDN 006 Kepenuhan, Andi, mengatakan puluhan muridnya sudah belajar di lantai sejak enam atau delapan bulan lalu. Hal itu dilakukan karena sekolah mereka masih kekurangan RKB atau lokal.

Diakuinya, sebelum mereka menempati gedung sekolah sekarang, mereka sempat menumpang belajar di Madrasah Diniyah di Desa Ulak Patian.

Ia menuturkan terkait kondisi sekolahnya yang memprihatinkan sudah diajukan bantuan melalui untuk penambahan RKB, namun sampai hari ini belum ada tanggapan dari Pemerintah, terutama dinas terkait.***(riauterkini/zal)