Kenapa Tidak di Pasang Lampu Merah?

Selasa, 19 Januari 2016 07:15 WIB
503x ditampilkan Kepri Terkini

Lampu lalu lintas seperti yang kita ketahui berfungsi sebagai lampu pengendali arus lalu lintas yang terpasang di persimpangan jalan tempat penyebrangan pejalan kaki dan tempat arus lalu lintas lain nya. Lampu ini lah yang mengadakan kapan saja kendaraan harus berhenti dan berjalan secara bergantian di berbagai arah. Coba bayangkan saja apabila sistem jalan raya pada persimpangan tidak ada yang namanya lalu lintas. Tentu saja hal yang demikian akan membuat kemacetan yang panjang, membuat emosi pengendara yang tiba-tiba meluap, dan kemungkinan adu mulut antar supir angkutan karena harus kejar setoran, serta para karyawan dan anak-anak sekolah jadi terlambat.

 


Seperti yang ada di Tanjungpinang, tepatnya terletak di jalan Ahmad Yani depan markas kepolisian Polres Tanjungpinang sebagian besar masyarakat Tanjungpinang mengetahuinya bahwa di jalan tersebut terdapat perempatan jalan. Disitu hanya di pasang lampu kuning yang tanda nya berhati-hati, jika hanya di beri lampu peringatan kuning tersebut sebagian kecil masyarakat akan mengabaikan nya. orangtua kita saja sering mengatakan”hati-hati” pada saat kita bepergian dan pada saat itu juga kita mengatakan “iya”, tetapi realita kita masih saja sering ugal-ugalan dan menganggap remeh padahal itu demi keselamatan kita juga, apalagi yang memperingati hanya lampu kuning saja? Bagi masyarakat itu hanya sebagai aksesoris jalan raya saja.


Tidak adanya lampu pengatur lalu lintas di perempatan jalan tersebut banyak di keluhkan pengendara. Keluhan pengendara bukannya tanpa alasan, sebab di kawasan tersebut arus lalu lintas cukup ramai apalagi pada saat jam pergi dan pulangnya para pekerja. Sementara polantas yang menjaga di kawasan tersebut hanya ada pada pagi hari saja, masyarakat bukan hanya pengendara di pagi hari saja pak polantas! Dan seperti yang kita ketahui kawasan perempatan tersebut merupakan jalan yang di lalui oleh mobil-mobil besar seperti truk, bus, serta kendaraan besar lain nya yang melaju.

 

Seperti yang di katakana salah seorang pengendara, ia mengeluhkan tidak adanya lampu pengatur lalu lintas atau traffic light di perempatan tersebut. Sehingga saat melintas disana dirinya selalu berhati-hati karena belum adanya lampu pengatur lalu lintasnya, takut terjadi hal yang tidak di inginkan karena banyak kendaraan-kendaraan besar yang lalu lalan di jalan tersebut, bahkan sering terjadinya kecelakaan lalu lintas.

 

Masyarakat pun sering bertanya, kenapa tidak di pasang lampu merah? Mungkin adanya bebrapa factor yang menyebabkan tidak di pasangnya lampu pengatur lalu lintas di kawasan tersebut. Lalu dalam hal ini siapa yang harus bertanggung jawab? Pihak kepolisian atau pemerintah daerah? Dan itu hanya di ketahui oleh pihak-pihak yang berwenang saja. Besar harapan masyarakat agar di pasang nya lampu merah di kawasan tersebut, agar kita semua terlindung dari bahaya lalu lintas yang mengancam keselamatan.


Tetapi itu semua tidak akan berguna, apabila dari masyarakatnya sendiri memang tidak mematuhi peraturan-peraturan lalu lintas yang telah di tetapkan, dan itu semua tidak akan berjalan tanpa adanya niat dari masyarakat nya sendiri. Bagi pemerintah, mungkin semua itu hanyalah wacana biasa jika mereka hanya melihatnya tanpa adanya niat untuk melaksanakannya.