Anjal Batam, Ngamen Tapi Maksa, Ada Yang Menodongkan Pisau

Sabtu, 23 Januari 2016 10:44 WIB
718x ditampilkan Batam

BATAM - Menjamurnya penyakit jalanan kota batam seperti Anak Jalanan (anak jalanan) gembel dan pengemis (gepeng) dan anak Punk mulai membuat warga batam resah.

 

seorang warga yang bekerja di salah satu perusaahaan asuransi di harbourbay menuturkan pada Terkininews.com. ia dan rekannya saat itu pulang dengan menggunakan mobil. dilampu merah jodoh depan KFC mereka mereka berhenti dilampu merah 4 orang pengamen datang dan meminta uang. namun karena tidaak diberikaan seorang diantara anak jalanan itu menunjukkann wajah geram dan mengetuk-ngetuk kaca mobbil. tidak hanyaa itu ia bahkan menodongkan pisau lipat hingga ia ditarik pergi oleh rekannya yang lain "ngamen, tapi maksa. kami gak ngasih malah diancam pakai pisau. untung kaca mobilnya kami tutup" kata wanita yang akrab disapa Thia.

 

laporan ini bukan yang pertama kalinya, pada pekan lalu seorang pria mengaku hampir menabrak anak jalanan yang mabuk lem dan oleh ditengahh jalan. beruntung ia bisa sengera mengahentikan motornya. hal ini ia sampaikan saat menelpon di radio batam FM.

 

 

laporan warga ini kemudian ditanggapi serius oleh pemerintah Kota Batam Khususnya Satpol PP Kota Batam. sejak 21 januari lalu tim Satpol PP bertindak tegas dengan menyisir hampir seluruh lokasi yang biasanya dijadikan tempat berkumpul anak jalanan dan punk seperti basecamp batu aji, fanindo batu aji, nagoya hingga jodoh boulevard, hasilnya pada tangga 22 januari satpol PP berhasil merazi 33 anak punk.

 

"keberadaan mereka sudah meresahkan masyarakat dan sudah saatnya kita ambil tindakan tegas" kata Kepala Satpol PP Kota Batam, Hendri (22/1/2016). sejumlah gepeng dan anak jalanan yang dirazia tersebut nantinya akan diserahkan kepada dinas sosia dann pemakaman untuk di rehabilitasi.