Program Makassar Sombere Diharapkan Dongkrak Pariwisata

Kamis, 11 Februari 2016 08:08 WIB
818x ditampilkan Makassar


 

Seminar ini menghadirkan Ketua Persatuan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) Sulsel Anggiat Sinaga, Ketua Association of Indonesian Tour and Travel (ASITA) Sulsel Didi L Manaba, dan Perwakilan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Makassar.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel Anggiat Sinaga dalam acara tersebut mengawali materinya dengan memandu para peserta konfrensi pers dan seminar dengan menyanyikan lagu 'sora-sora bergembira'. 

Dia mengatakan, budaya sombere' mesti direalisasikan sebagai karakter Makassar. Selain itu, Sombere' perlu dipublikasikan, baik skala nasional maupun internasional.

“Makassar nanti akan mendunia. Jadi Sombere' ini harus dijadikan karakter dan budaya orang Makassar,” ujarnya dalam seminar tersebut.

Dia menilai, jika tagline itu bisa diterapkan, Makassar akan dikenal dunia dengan keramahan dan kesopanannya. Dalam seminar ini juga hadir, Dinas Pariwisata Kota Makassar, Asita Sulsel, PHRI Sulsel, dan Akademisi Unifa Irfan Palippui.

Ketua Prodi Bina Wisata UNIFA irfan Palippui mengatakan program Pemkot Makassar “Sombere” yang berarti keramahan atau kearifan lokal dinilai bisa menjadi salah satu faktor penarik wisatawan untuk mengunjungi Makassar.

“Dari segi promosi, Disparekraf Makassar tentu tak bisa berjalan sendiri, sekalipun bekerja sama dengan perusahaan dan hotel,” kata Irfan pada seminar yang berlangsung .

Olehnya itu nilai “Sombere” masyarakat Makassar bisa menjdi faktor pendukung orang-otang betah mengunjungi Makassar. Irfan juga menyebutkan kepariwisataan Kota Makassar bisa dilihat dari peningkatan okupansi kamar hotel dan keprofesionalan agen travel.

“Tahun 2016 ini adalah di mana suma program dan kerjasama dalam mendongkrak pariwisata Kota Makassar harus dievalusai dan digiatkan lagi,” jelas Irfan.

Dia berharap program pemerintah Kota Makassar tersebut bisa tetap bersinergi dengan pihak perhotelan dan agen travel. Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat Makassar bisa tetap menjaga perilaku dan sikapnya terkininews.com(*)