Kedai Yatim, Solusi Belanja Sambil Bersedekah

Kamis, 3 Maret 2016 09:05 WIB
333x ditampilkan Bisnis

Aksi Cepat Tanggap/ACT bersama Tim Kedai Yatim berkolaborasi untuk menciptakan waralaba yang tidak kapitalistik, namun pro ekonomi kerakyatan. Bisnis itu pun bernuansa ibadah dan kemanusiaan. Untuk itu, dibentuklah bisnis waralaba Kedai Yatim.

 

Syahru Aryansyah, head office Kedai Yatim, menjelaskan, peluang besar untuk menggalang donasi kemanusiaan di bisnisconsumer good ini sangat besar sekali potensinya karena dari konsumsi consumer good di Indonesia, yang bermerk saja lebih dari 1 triliun. Tapi yang digarap oleh retail modern itu belum sampai 20 persennya, lainnnya masih bersifat tradisional, yang tradisiona ini lama-lama akan naik kelas menjadi modern.

“Kami sangat berterimakasih dengan ACT atas kepercayaannya bekerjasama dengan Kedai Yatim, kesamaan visi yaitu mimpi ingin membantu delegasi tiga kaum atau kami sebut ‘detik’ tersebut, membuat sinergi ini terjadi,”jelasnya, saat membuka launcing gerai Kedai Yatim ACT di Ciputat Timur, beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui, pertumbuhan retail (pasar modern) berbasis franchise (waralaba) semakin menjamur di berbagai daerah di Nusantara, terutama  waralaba berlevel mini market. Menurut Direktur Bina Usaha Kementerian Perdagangan RI, Fetnayeti, saat ini ada 12.000 bisnis waralaba dengan jumlah gerai mencapai 23.000 di Indonesia.

Kedai Yatim didirikan untuk mengembangkan bisnis ritel modern dengan melibatkan unsur ibadah yaitu melalui sedekah. Dengan cara berbelanja di Kedai Yatim, pelanggan dan masyrakat selain memenuhi kebutuhan pokoknya sehari-hari, juga turut memiliki peran yang besar dalam membantu kehidupan tiga kaum yakni anak-anak yatim piatu,  kaum dhuafa atau fakir miskin dan kaum cacat (disabilitas).   Sebanyak 30 persen keuntungan dari bisnis ritel modern Kedai Yatim akan disalurkan kepada tiga kaum tersebut dan dilaporkan secara berkala.

 Presiden ACT, Ahyudin, dalam sambutannnya mengatakan, bahwa pahala yang tidak ada batasnya adalah sedekah. Dia menjelaskan, bangsa ini bukan bangsa yang pelit, tapi bangsa yang peduli. Menurut dia, kebiasaan bersedekah, harus dilakukan disetiap momentum, termasuk dalam aktivitas berbelanja.

“Setiap tempat adalah tempat bersedekah, termasuk rutinitas kita dalam berbelanja, nah kita tentunya ingin belanja kita bernilai ibadah. Kedai Yatim ada, untuk memfasilitasi masyarakat berbelanja dengan nilai plus, yaitu ibadah. Sesuai dengan mottonya: ‘Belanja anda, sedekah anda’”jelas Ahyudin.