Pencabulan Tengah Marak Di Kota Pendidikan

Jumat, 4 Maret 2016 05:34 WIB
951x ditampilkan Liputan Khusus

Daerah Istimewa Yogyakarta berada dalam kondisi darurat pencabulan anak. Musababnya, kejadian pencabulan terjadi di sejumlah daerah di wilayah kekuasaan Sultan Hamengku Buwono X itu.

Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Yogyakarta Sari Murti menyatakan, sepanjang 2015 terdapat 20-an kasus yang ditangani. 

Mengawali tahun 2016, pencabulan kembali terjadi. Seperti di Pendidikan Anak Usia Dini di Sleman. Tragisnya, pelaku pencabulan diduga suami dari kepala sekolah lembaga PAUD itu.

Dalam kasus itu, pelaku yang berinisial BD, sudah diperiksa kepolisian. Namun, hingga kini belum ada perkembangan baru dari hasil pemeriksaan. "Kasusnya sedang kami dampingi," kata Sari.

Di samping itu, ada pula sejumlah kasus pencabulan anak yang telah dilaporkan ke kepolisian, seperti di Polda DIY dan Polres Sleman. Bahkan, ada kasus pencabulanan anak yang pelakunya seorang penjual pecel lele. Kejadian itu belum termasuk di kabupaten lain di DIY.

Sari mendorong kepolisian segera menindak pelaku. Jika pelaku tak ditindak, bukan tak mungkin kejadian serupa akan terus terulang. "Jika tidak dikontrol, bablas," ungkapnya.

Selain menindak pelaku, ia juga menekankan pentingnya upaya pencegahan. Menurutnya, kesadaran orang untuk menjauhkan anak dari segala risiko menjadi hal penting.

"Orangtua juga perlu membantu anak menemukan konsep diri. Perlu juga pendidikan kesehatan reproduksi dengan menyesuaikan kondisi anak," kata dia.