Elektabilitas Ahok tak Setinggi Popularitasnya

Ahad, 13 Maret 2016 09:44 WIB
248x ditampilkan Nasional

Pengamat politik Eep Saefulloh Fatah mengatakan pertemuannya dengan Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dan Walikota Bandung Ridwan Kamil sesuatu yang wajar. Ia mengatakan keduanya teman baiknya sejak lama.


"Suatu yang wajar saja. Setiap teman yang komunikasi dengan saya tahu bidang saya yaitu politik.  Dengan sendirinya membahas tentang itu. Pilkada semakin dekat, Pak Sandiaga juga salah satu calon kandidat," katanya usai pertemuan di restoran di Kebayoran Baru, Jakarta, Sabtu (12/3).

Ia tidak mau menjawab apakah akan menjadi konsultan politik Sandiaga Uno atau tidak. Saat ia ditanya probabilitas Sandiaga Uno, Eep mengatakan DKI Jakarta sebagai Ibukota menjadi sangat atraktif bagi siapa pun. Karena itu banyak tokoh-tokoh penting yang meminati jabatan Gubernur DKI. Warga Jakarta saat ini juga banjir informasi.

Eep mengatakan hal-hal tersebutlah yang menyebabkan kompetisi memperebutkan jabatan Gubernur DKI menjadi sangat sengit. Karena tidak ada calon yang benar-benar memiliki tingkat elektabilitas tinggi.

"Tetapi mengingat pertarungan di tahun 2012. Di mana saya terlibat, maka kita tidak bisa meramalkan terlalu dini. Apalagi ketika tidak satu pun tokoh   seperti di Banyuwangi dan Surabaya yang popularitasnya begitu tinggi, elektabilitasnya juga sangat tinggi. Di Jakarta tidak ada," katanya.

Eep mengatakan kemungkinan incumbent kalah dapat terjadi seperti pada tahun 2012. Karena itu incumbent juga harus bisa bersikap demokratis.

"Tapi apakah Ahok akan mengalami itu? belum tentu," ujarnya.

Karena di Jakarta tidak ada tokoh atau calon yang memiliki popularitas dan elektabilitas yang tinggi. Eep menjelaskan popularitas Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok memang tinggi. Namun angka elektabilitasnya tidak setinggi popularitasnya.

"Ada jarak antara elektabilitas dan popularitas yang sangat jauh. itu yang membuat kompetisi menjadi sangat sengit di Jakarta," tambahnya. (ROL)