Inilah Alasan Hanura Batal Laporkan Habib Rizieq

Rabu, 6 April 2016 11:50 WIB
580x ditampilkan Nasional

Buntut dari beredarnya rekaman video di Youtube berupa orasi Habib Rizieq yang menghina Wiranto membuat pengurus dan kader Partai Hanura geram.


Dalam orasi tersebut Habib Rizieq menyebutkan "ada seorang jenderal bernama Wiranto kita ganti menjadi Wiranti, karena dia tega-teganya mengkhianati hati nurani rakyat, jenderal yang dulu ngakunya pembela Pancasila, sekarang pembela p***** cina. Hanura kalau tidak suka silakan tuntut saya, tidak ada urusan, kita akan lawan penjilat penjilat p***** cina di republik ini." 

Wasekjend Partai Hanura, Dimas Hermadiyansyah mengatakan kata kata yang terlontar sangat tidak layak diucapkan oleh seorang habib yang seharusnya menjadi panutan karena lebih paham ajaran Islam. 

"Apa yang dilakukan oleh Habib Rizieq sangat jauh dari sikap dan tingkah laku yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Ucapan yang dilontarkan penuh fitnah, hasutan dan menebar kebencian," kecam Dimas. 

"Dia (Habib Rizieq) tidak paham penghayatan Pancasila tentang keberagaman dan demokrasi," ujarnya lagi. 

Dimas menegaskan, dukungan Partai Hanura terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok maju Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 nanti bukan karena jilat menjilat, tapi itu sudah melalui mekanisme partai dan pertimbangan yang matang. Ahok dinilai partainya sudah terbukti dengan sungguh-sungguh mampu membangun Jakarta yang lebih baik. 

"Kemudian perihal nama Pak Wiranto yang diganti menjadi Wiranti itu menunjukkan bahwa Habib Rizieq yang ngakunya tokoh agama tidak menghargai kedua orang tua,"  

Dimas ingatkan, sebuah nama adalah pemberian orang tua yang harus dihargai, dan yang diucapkan Habib Rizieq itu menurutnya sangat melecehkan dan menghina. 

"Kami kader kader Partai Hanura sebenarnya ingin melaporkan Habib Rizieq karena telah melanggar KUHP pasal 156 - 157 ttg pernyataan permusuhan, kebencian dan penghinaan; pasal 160 tentang Penghasutan, pasal 310 - 311 tentang pencemaran nama baik dan UU ITE pasal 27 (3) serta pasal 28," urai Dimas melalui rilis tertulis yang diterima redaksi, Rabu (6/4). 

Namun di tengah persiapan untuk melaporkan Habib Rizieq, lanjut Dimas bercerita, ketum Hanura Wiranto justru mengingatkan pengurus untuk tidak membalas orang yang lagi kalap dan emosional dengan sikap sama. 

"Lebih baik kita maafkan saja apa yang sudah Habib Rizieq lakukan terhadap kita," ulas Dimas meniru ucapan Wiranto. 

"Mudah mudahan ini pembelajaran bagi kita semua dalam berpolitik dan berdemokrasi, kita hargai perbedaan pilihan politik, jangan lagi menggunakan isu SARA dalam berpolitik dan stop menggelorakan semangat kebencian, permusuhan dan fitnah demi membangun DKI Jakarta yang lebih baik," demikian Dimas.[RMOL/wid]