Penyalahgunaan Dana Desa Dilaporkan ke Kejari

Senin, 11 April 2016 22:02 WIB
865x ditampilkan Nasional

BIMA, NTB - Terkait dengan penyalahgunaan dana desa memicu aksi dari Front Pemuda Peduli Pembangunan Ncera(FP3N),kamis tanggal 07 April 2016 pukul 09.00 Wita,di kantor DPRD kab. Bima, Kejaksaan Negeri Raba Bima dan BPMDes Kabupaten Bima.

Dengan tuntutan penyalah guna anggran Alokasi Dana Desa ( ADD ) Di desa ncera Kab. Bima tahun anggaran tahun 2015, dengan jumlah massa sebanyak 10 orang, dengan mobil menggunakan Pick- up nopol DT-9951-EE perlengkapan aksi yang digunakan Soundsystem, selebaran yang bertindak sebagai Koorlap Sdra. Usman.

Sebelumnya massa aksi berkumpul terlebih dahulu di Desa Ncera Kab. Bima dan langsung menuju ke kantor DPRD Kab. Bima. Pukul 09.40 wita massa aksi tiba di Kantor DPRD kab. Bima dan langsung melakukan orasinya, setelah beberapa menit melakukan orasi massa aksi di terima oleh oleh ketua komisi 1 DPRD Kab. Bima SULAIMAN MT. memberikan tanggapan yaitu :pihaknya akan segera mengundang pihak - pihak terkait termasuk juga mengundang kepala desa encera untuk meminta klarifikasi dalam kasus tersebut.komisi 1 DPRD Kab. Bima juga akan mendorong kejaksaan negeri raba Bima untuk memprioritaskan kasus tersebut dan Sebrapa besar desa yang di rugikan dalam anggaran Dana Desa tersebut dan pengaruhnya ke Desa Ncera.

Massa aksi mengatakan bahwa anggaran Alokasi Dana Desa ( ADD ) sebesar Rp 750.000.000,- ( Tujuh Ratus Lima Puluh Juta Rupiah ) yang tidak berpengaruh pada pembangunan desa encera.juga kasus tersebut sudah dilaporkan ke kejaksaan Negeri Raba Bima pada tanggal 21 Maret 2016 lengkap dengan alat bukti.dan fisik jalan yang ada di desa encera merupakan dana swadaya dari masyarat bukan dari dana ADD.begitupun Alokasi sungai yang di muat dalam Alokasi Dana Desa ( ADD ) sampai saat ini tidak ada hasil.

Setelah menerima tanggapan dari pihak komisi 1 DPRD Kab. bima massa aksi merasa puas dan melanjutkan aksinya ke kantor kejaksaan Negeri raba Bima

Pukul 10.35 wita massa aksi tiba di kantor Kejaksaan Negeri Raba Bima  dan langsung menyampaikan pernyataan sikapnya, selanjutnya massa aksi diterima oleh pihak kejaksaan serta dimintai keterangan oleh penyidik kejaksaan terkait kasus tersebut, namun dari pihak massa aksi belum mempunyai bukti yang cukup kuat sehingga massa aksi meninggalkan Kejaksaan Negeri Raba Bima dan melanjutkan aksinya ke Kantor BPMDes Kab. Bima.