Harimau Sumatera Tertua Didunia Disuntik Mati Di Amerika

Selasa, 19 April 2016 07:45 WIB
223x ditampilkan Internasional

Seekor harimau Sumatra, yang diyakini sebagai harimau tertua yang hidup di penangkaran, mati di Amerika Serikat dalam usia 25 tahun.

 

Harimau bernama Djelita itu dieutanasia (suntik mati) di Kebun Binatang Honolulu, setelah menderita komplikasi akibat usia tua. Kebun binatang tersebut mengumumkan kematian Djelita di halaman Facebooknya.

 

"Dengan sangat sedih, kami harus mengumumkan Djelita, harimau Sumatra tercinta kami, dieutanasia secara berperikemanusiaan, hari ini. Komplikasi dengan usia lanjut yang dideritanya mengharuskan pengambilan keputusan itu," kata Kebun Binatang Honolulu.

 

Djelita adalah harimau tertua di antara subspesies mana pun yang terdaftar dalam koleksi kebun binatang di seluruh dunia, lanjut kebun binatang itu. Harapan hidup pada harimau Sumatra di alam liar adalah sekitar 12 tahun dan di penangkaran sekitar 20 tahun, sedangkan Djelita berusia hingga 25 tahun.

 

Direktur Kebun Binatang Honolulu Baird Fleming mengatakan usia tua menghantui siapa saja, bahkan binatang.

 

"Meskipun Djelita memiliki hidup yang panjang dan sehat di kebun binatang, ia menunjukkan tanda-tanda yang mengarah pada keputusan bulat ia siap meninggalkan dunia. Kebun Binatang Honolulu bisa bangga atas perawatan bertahun-tahun yang sangat baik kepada Djelita, yang merupakan bagian dari upaya konservasi di seluruh dunia untuk menyelamatkan harimau Sumatra dari kepunahan," jelasnya.

 

Dalam sebuah unggahan status di Facebook, Kebun Binatang Honolulu mengatakan, hanya ada 200 harimau Sumatra yang masih tinggal di kebun binatang sebagai bagian dari upaya konservasi global.

 

"Kebun Binatang Honolulu bangga menjadi bagian dari upaya ini dan akan terus begitu," sebut kebun binatang tersebut dalam unggahannya.

 

Djelita lahir di Taman Nasional San Diego pada 26 Maret 1991, dan datang ke kebun binatang Honolulu pada 25 November 1992.

 

Kebun Binatang Honolulu adalah rumah bagi dua harimau Sumatra lainnya, yakni Berani dan Chrissie yang telah melahirkan keturunan. Anak-anak mereka itu sudah dikirim ke luar negeri diberikan kepada kebun binatang lainnya untuk ditampung dan dirawat.