Setelah Salahkan Laut, Kini Ahok Tuding Pompa Mati

Jumat, 22 April 2016 11:44 WIB
182x ditampilkan Jakarta

JAKARTA - Tak seperti biasanya, Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) baru tiba di Balai Kota Jakarta sekira pukul 09.00 WIB. Ahok mengatakan keterlambatannya itu karena terlebih dahulu mengecek operasional pompa air di Pintu Air Gunung Sahari dan Ancol.

Setelah menyatakan banjir dan genangan yang terjadi di banyak titik Ibu Kota kemarin pagi disebabkan pasang air laut, Ahok mengoreksi bahwa itu terjadi karena pompa air yang rusak dan mati sehingga tak bisa mengalirkan air.

“Kenapa mati? Katanya pompanya rusak. Oke kalau itu beda. Kalau kamu bilang pompa rusak sama dimatikan itu beda. Ya sudah enggak apa. Saya kumpulkan mereka (petugas rumah pompa). Saya tanya lagi, jalan berapa unit? Dua. Satu rusak, jadi enggak apa,” kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Jumat (22/4/2016).

Mantan Bupati Belitung Timur itu melanjutkan, jika pompa di Ancol berjalan baik tak akan terjadi banjir di wilayah Pademangan, Jakarta Utara. Tak hanya itu, Ahok mengungkapkan bahwa penyebab banjir di Pademangan juga karena beban air terlalu banyak.

“Beban airnya yang dia kasih beban terlalu banyak. Jakbar banjir enggak Greenville segala macam? Yang langganan banjir? Enggak banjir, kamu cek saja. Jalan Panjang, Green Garden, Greenville, yang hujan besar langganan banjir sekarang enggakbanjir,” ujarnya.

Ahok menjelaskan, aliran air di Pintu Masjid Istiqlal serta Juanda seharusnya diarahkan ke tangki dan tak seluruhnya masuk ke Pluit serta Pasar Ikan sehingga menyebabkan genangan di Pademangan.

Karena itu, Ahok berencana memanggil pihak terkait untuk meminta keterangan mengenai kesalahan teknis ini. Pihak yang akan dimintai keterangan di antaranya Kadis Tata Air, wali kota, serta BPBD DKI.

“Makanya saya mau panggil mereka, mesti duduk bareng. Sama kayak Manggarai kan, sampai Latuharhari jebol sampai Greenville. Satu Jakarta Barat tenggelam waktu itu,” ujarnya. (okz)