Massa Tolak ALF 2016 Karena Diselipkan LGBT Dan Komunisme

Sabtu, 7 Mei 2016 08:30 WIB
515x ditampilkan Nasional

Penolakan Pelaksanaan The 3rd ALF (ASEAN Literary Festival) 2016 oleh Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Muslim (AM3) dilakukan melalui aksi damai pada hari kamis, 5 Mei 2016 di Taman Ismail Marzuki (TIM).

 

Menurut Sahril Hasibuan, Korlap AM3, kegiatan ALF 2016 yang mengatasnamakan Kebebasan Berekspresi, Keadilan dan Kemanusiaan hanyalah Pemanis Belaka.

 

Dia menduga Pelaksanaan Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 5 hingga 8 Mei 2016 tersebut bertujuan untuk mendukung Penyebaran Paham/Ajaran Komunisme dan juga Paham/Ajaran lainnya yang hendak merusak indonesia, seperri LGBT, dan mendorong disintegrasi terhadap Papua dari NKRI.

 

Saharil mengungkapkan bahwa Hal tersebut bisa dilihat di Agenda Rangkaian Kegiatannya.

 

Adapun tuntutan dari AM3 dalam rangka penolakan ALF 2016 tersebut dituangkan dalam aksi damai menyampaikan hal aebagai berikut,

 

Pertama, Stop untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang berbau Penyebaran Paham/Ajaran Komunisme, termasuk Penyelenggaraan THE 3rd ASEAN LIITERARY Festival 2016 “The Story of Now”. Hal ini tidak dibenarkan di Indonesia

 

Kedua, Serukan Persatuan bagi Masyarakat Papua dalam bingkai NKRI, Tolak segala bentuk Separatisme

 

Terakhir, Berhenti Menyebarkan paham-paham pembenaran terhadap LGBT karena tidak sesuai dengan Fitrah Manusia dan Budaya Indonesia.

 

Kesimpulan dari unjuk rasa tersebut adalah bahwa

Pertama, penolakan TAFL adalah hak warga.

Kedua, Kapolda Metro Jaya akan mengamankan penyelenggaraan TAFL hingga selesai.

Terakhir, akan datang massa ribuan termasuk UIB dan FUI bila keadaan tidak sesuai harapan.