Diizinkan ke AS oleh Donald Trump, Ini Kata Wali Kota Muslim Pertama London

Rabu, 11 Mei 2016 14:18 WIB
582x ditampilkan Internasional

LONDON - Larangan warga muslim masuk ke Amerika Serikat (AS) gencar diserukan bakal calon presiden Partai Republik Amerika Serikat, Donald Trump. Namun Trump menyebut Wali Kota London yang baru, Sadiq Khan, menjadi pengecualiannya. Atas hal ini, Khan pun berkomentar.

"Ini bukan cuma tentang saya -- ini tentang teman-teman saya, keluarga saya dan semua orang yang datang dari latar belakang yang sama dengan saya, di manapun di dunia," tutur Khan yang merupakan muslim pertama yang menjadi Wali Kota London, Inggris.

"Pandangan Donald Trump yang bodoh soal Islam akan membuat kedua negara tidak aman. Trump akan mengucilkan muslim di seluruh dunia dan masuk ke permainan para ekstremis," ujar Khan seperti dilansir The Guardian, Rabu (11/5/2016).

"Donald Trump dan mereka di sekelilingnya yang berpikiran bahwa nilai-nilai liberal Barat tidak cocok dengan Islam -- London telah membuktikan dia salah," imbuh Khan yang merupakan anak imigran Pakistan.

Sebelumnya, Trump mengaku senang melihat Khan yang ayahnya berprofesi sebagai sopir bus dan ibunya seorang penjahit, terpilih menjadi Wali Kota London.

"Anda memimpin dengan teladan, selalu memimpin dengan teladan. Jika dia (Khan) melakukan tugasnya dengan baik ... itu akan menjadi hal yang hebat," ucap Trump.

Ketika ditanya apakah seruan kontroversialnya yang melarang warga muslim masuk ke AS, juga berlaku untuk Khan, Trump berujar, "Akan selalu ada pengecualian."

Seruan kontroversial Trump soal larangan muslim ke AS itu diucapkan setelah serangan teror mematikan melanda Paris, Prancis dan California, Amerika Serikat tahun lalu. Kalangan muslim, aktivis HAM, kalangan Partai Demokrat dan bahkan rekan sesama Partai Republik mengecam seruan itu dengan alasan bertentangan dengan nilai-nilai Amerika yang sebenarnya dan bersifat memecah-belah. (dtk)