Puisi 'Jeritan M', Gadis Kecil Korban Pemerkosaan

Kamis, 12 Mei 2016 09:18 WIB
601x ditampilkan Nasional

LAMPUNG - Puisi "Jeritan M" mewarnai malam simpati dan doa dengan menyalakan 1.000 lilin untuk M (11 tahun), korban perkosaan dan pembunuhan, yang digelar Aliansi Masyarakat Tolak Kekerasan Seksual di Lapangan Sribhawono, Bandar Sribhawono, Lampung Timur, Rabu (11/5) malam.

Isi puisi tersebut menggambarkan duka dan simpati yang mendalam atas petaka yang dialami bocah perempuan warga Lampung Timur tersebut. Beberapa bait puisi itu, di antaranya:

"Aku terbujur kaku dan beku. Kini nisan petunjuk di mana aku. Walau kini lidahku kelu dan kaku. Kalian jangan diam membisu."

"Apa karena aku gadis bocah desa. Para binatang boleh memperkosa. Mereka menyakiti dan menyiksa."

"Ku pergi meninggalkan selaksa asa. Aku tak dapat berkata-kata. Tapi pedih cucuran air mata. Luka dan sakit adalah derita. Tak cukupkah ini sebagai cerita."

Puisi tersebut ditulis dan dibacakan oleh Berti Soraya, Wakil Sekjen Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI).
Usai membacakan puisi itu, Berti mengungkapkan bahwa puisi tersebut adalah puisi pertama yang dibuat selama hidupnya sebagai ungkapan kesedihan hati seorang ibu.

Sebagai seorang ibu, dia mengaku bisa merasakan betapa sedihnya hati ibunda M melihat kenyataan harus kehilangan anaknya dengan cara seperti itu.

Dia pun berharap, kasus M adalah yang terakhir dan tidak boleh terulang kembali. Elemen masyarakat di Provinsi Lampung yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Tolak Kekerasan Seksual menggelar kegiatan malam simpati dukungan dan doa 1.000 lilin untuk M.

M dilaporkan hilang ke Kepolisian Sektor Labuhan Ratu pada Jumat (15/4). Korban diduga diculik oleh orang tidak dikenal. Pada Ahad (17/4), M ditemukan warga telah meninggal dunia di perkebunan karet di Desa Sumber Marga, Kecamatan Way Jepara. M dinyatakan mengalami tindakan pemerkosaan, namun polisi belum membekuk pelakunya. (rol)