Mengerikan, Setelah Diperkosa dan Dibunuh, Kemaluan Gadis Ini Ditancap Gangang Cangkul

Sabtu, 14 Mei 2016 08:28 WIB
9162x ditampilkan Nasional

Seorang wanita muda bernama Enno Fariah (18) ditemukan tewas mengenaskan, dan tanpa busana di kamarnya, di mess karyawann Polyta Global Mandiri, Jalan Raya Perancis Pergudangan, Kabupaten Tangerang, Jumat (13/05/2016).


Selain tewas dengan kondisi bersimbah darah, gagang cangkul juga ditemukan tertancap di kemaluannya. Kuat dugaan, Enno merupakan korban pembunuhan dan pemerkosaan. Menurut Kapolsektro Teluk Naga, Komisaris Supriyanto, Jenazah Enno pertama kali ditemukan temannya yang kecarian karena almarhumah tidak masuk kerja selama 3 hari.

“Korban hari itu tidak masuk kerja. Lalu oleh tiga temannya, atas nama Fitroh, Eroh, dan Novi, menyambangi kamar mess Enno. Rupanya mess tersebut dalam keadaan tergembok dari luar, “ kata Kapolsek.

Karena tidak ada kunci duplikat, tiga kawan korban pun memanggil salah seorang karyawan pria bernama Yaya untuk mendobrak pintu. "Saat pintu didobrak, mereka mendapati Enno terkapar tak bernyawa. Tubuh korba ditutupi tumpukan bantal dan baju korban. Sebuah gagang cangkul juga didapati masuk di kemaluan korban, " kata Supriyanto.

Mahfudoh, ibunda Enno Fariah (18), langsung menagis histeris saat melihat jenazah anaknya terbaring di kamar mayat RSUD Kabupaten Tangerang, Banten.  Mahfudoh sendiri datang dari kampung halamannya, di Kampung Bangkir, RT12 / 03, Desa Pegandikan, Lebakwangi, Kabupaten Serang setelah dihubungi polisi perihal kematian tragis Enno.

"Saya dikasih tahu kalau anak saya meninggal. Saya kirain mah kecelakaan. Nggak tahunya malah dibunuh. Mau kiamat rasanya, mas, " kata Mahfudoh berderai air mata.

Mahfudoh menuturkan, Enno merupakan anak ke empat dari tujuh bersaudara. Enno, yang baru beberapa bulan lulus SMK, juga baru bekerja selama setengah tahun di PT Polyta Global Mandiri. "Abis lulus SMK dia langsung kerja. Dia baru enam bulan di sini. Seminggu sekali biasanya balik ke rumah. Terakhir pulang pas libur panjang kemarin," kata Mahfudoh.