Kementerian Pariwisata Tandangi Kontrak Bersama Aljazeera

Ahad, 15 Mei 2016 07:48 WIB
394x ditampilkan Internasional

Kementerian Pariwisata menandatangani kontrak denganAl Jazeera senilai 1,2 juta dolar AS untuk 7884 slot iklan pariwisata pada TV Aljazeera yang akan ditayangkan pada 20 Mei 2016 hingga akhir Desember 2016.

 

  Kerja sama selain pemasangan iklan pariwisata Indonesia, juga mencakup pelatihan dan capacity building strategi promosi melalui media elektronik.

Kerja sama ini terungkap ketika Duta Besar RI untuk Qatar, Marsekal Madya TNI (Purn) Muhammad Basri Sidehabi, bertemu dengan dengan Kepala Bidang Media Elektronik Asdep Pengembangan Iklan Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata, Agustini Rahayu setelah bertemu dengan Ads Sales Director, TV Aljazeera Media Network, Moussa Nuseibeh yang didampingi Pelaksana Fungsi Pensosbud KBRI Doha, Anwar Lukman Hakim.

Sebagaimana keterangan KBRI Qatar kepada redaksi (Minggu, 15/5), kerjasama dengan TVAljazera merupakan tindak lanjut dari pertemuan Dubes Sidehabi dengan Menteri Pariwisata  Arief Yahya pada awal Mei 2016 guna mempromosikan pariwisata di Qatar termasuk kerjasama Kemenpar dengan TV Aljazeera dan Qatar Airways (QA) serta promosi kuliner Nusantara dengan memperbanyak restoran dan toko Indonesia di Qatar. 

Dipilihnya Aljazeera, karena memiliki pangsa penonton terbesar di Timur Tengah. TV yang berdiri tahun 1996 dianggap fenomenal di Timur Tengah, dan negara-negara lain, termasuk Indonesia. Al Jazeera menyajikan alternatif informasi yang diminati di Timur Tengah dibanding dari media utama dunia seperti CNN, Fox, NBC khususnya jika meliput berita di Timur Tengah.

Menurut Nuseibeh pemirsa Aljazeera diperkirakan sekitar 50 juta di Timur Tengah dan sekitar 100 juta di seluruh dunia. Sebuah penelitian menyebutkan 80 persen warga Timur Tengah menyukai Al Jazeera dibanding TV pemerintahnya (20 persen). [RMOL/ysa]