Petugas Sensus Ekonomi 2016 Dikira Tukang Minta Sumbangan

Rabu, 18 Mei 2016 09:06 WIB
1207x ditampilkan Karimun

KARIMUN - Dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2016, Petugas pencacah lapangan di Kecamatan Kundur Kabupaten Karimun mengalami kesulitan saat melakukan pendataan.

 

Mereka tidak berhasil menyensus puluhan responden karena yang bersangkutan sedang tidak berada di rumah dan juga menghindar dari petugas sensus, sehingga mesti datang lagi dan mendata ulang dan bahkan mereka juga dibilang tukang minta sumbangan.

 

"Teman-teman petugas pencacah lapangan SE 2016 di Kundur, rata-rata kesulitan untuk menemui responden atau orang yang akan kita temui, utamanya di daerah perkotaan. Responden juga terkesan menghindar saat petugas mendatanginya. Bahkan kapun juga dibilang tukang pungut sumbangan," ujar E.Jaka Sukmana, saat ditemui dilapang melaksanakan tugas Sensus, Selasa (18/5).

 

Ia mengemukakan bahwa responden yang terkesan menghindar saat didatangi petugas pencacah lapangan, kebanyakan usaha menengah ke atas. Kalaupun responden dapat ditemui dan petugas telah menjelaskan tujuan SE 2016, orang yang ditemui baru bersedia memberikan keterangan setelah paham dengan pencelasan dari petugas.

 

"Kadang responden juga berjanji untuk ketemu keesokan harinya, namun setelah kita datangi lagi tetap menghindar. Kalau di desa-desa teman-teman banyak berbagi pendapat sama kita lebih mudah untuk menyensus," paparnya.

 

Jika setiap responden sulit untuk ditemui dan terkesan menghindar, kata dia, petugas pencacah lapangan khawatir hasil sensus tidak maksimal.

 

Koordinator SE 2016 Kundur Fajar Maulana menyampaikan bahwa sensus ekonomi yang dilakukan setiap 10 tahun sekali itu, bertujuan membantu pemerintah saat mengambil kebijakan bisa tepat sasaran dan dapat mengetahui apa yang harus dikembangkan setiap usaha mikro kecil menengah dan usaha menengah ke atas.

 

“Kami imbau kepada responden pengusaha maupun rumah tangga untuk mendukung program SE 2016 guna membantu kepentingan pemerintah karena hal ini juga untuk kepentingan nasional,” ujarnya.