Usai Diperiksa KPK, Kajari Subang Irit Bicara

Kamis, 2 Juni 2016 10:08 WIB
286x ditampilkan Nasional

JAKARTA - Kepala Kejaksaan Negeri Subang, Chandra Yahya Welo rampung menjalani pemeriksaan dalam kasus dugaan suap penanganan perkara korupsi dana BPJS di Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Jawa Barat yang disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung.

Namun, Chandra enggan bicara banyak soal pemeriksaan dirinya. Dia justru meminta awak media bertanya langsung kepada penyidik KPK soal materi yang dikorek dari pemeriksaan dirinya yang berlangsung sekira 12 jam.

"Tanya penyidik ya," kata Chandra di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (1/6/2016).

Saat disinggung, apakah dirinya mengetahui dugaan gratifikasi yang menjerat Bupati Subang, Ojang Sohandi, Chandra mengaku tak tahu menahu. Dia mengatakan baru menjabat sebagai Kejari Subang sejak dua bulan yang lalu.

"Enggak tahu. Baru dua bulan (menjabat)," tukas dia.

Seperti diketahui, dalam kasus suap pengamanan korupsi ini, KPK menetapkan Bupati Subang, Ojang Sohandi, Jaksa di Kejati Jawa Barat Deviyanti Rochaeni dan Fahri Nurmallo, Lenih Marliani dan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Subang, Jajang Abdul Holik sebagai tersangka.

Ojang melalui Lenih selaku istri Jajang memberikan sejumlah uang hingga Rp528 juta kepada jaksa Deviyanti. Uang suap itu diberikan agar Ojang tak terjerat dalam perkara korupsi dana Jamkesmas serta tidak menuntut hukuman yang berat terhadap terdakwa Jajang.

Ojang, Leni, dan Jajang diduga sebagai pemberi suap. Sementara itu Devi dan Fahri diduga sebagai penerima suap. Selain itu, KPK juga mentapkan Ojang sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi setelah penyidik menemukan uang Rp385 juta di dalam mobilnya. (okz)