BPOM Kepri Uji Sampel Jajanan Takjil di Lingga Higeinis atau Tidak.

Kamis, 23 Juni 2016 09:11 WIB
173x ditampilkan Lingga

LINGGA - Dalam rangka melindungi kesehatan masyarakat terhadap kemungkinan peredaran pangan jajanan buka puasa yang tidak memenuhi syarat mutu dan keamanan pangan, Balai Pengawas Obat dan Makanan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melakukan inspeksi dan pengujian di tempat terhadap sarana penjual jajanan buka puasa (takjil) di Kabupaten Lingga, Rabu (22/06).

"Kami mengambil sejumlah sampel makanan untuk diuji keamanannya dengan mengacu 4 zat parameter berbahaya untuk kesehatan." kata
Paniyati, Kasi Pengujian Produk Terapetik, Narkotik, Kosmetik, Obat Tradisional, dan Produk Komplemen (Teranokoko) BPOM Kepri, saat memeriksa jajanan takjil di Daik Lingga.

 

Menurut Paniyati, uji sampel pangan berbuka ini dilakukan untuk memberi rasa aman kepada masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1437 Hijriah.

 

"pengujian ini difokuskan pada pangan yang dicurigai mengandung bahan berbahaya seperti Formalin, Boraks, pewarna sintetis Rhodamin B dan Methanil Yellow," ungkap Paniyati.

 

Untuk proses uji sampel, secara singkat Paniyati menjelaskan, makanan berwarna merah diindikasikan rodhamin B. Kalau berwarna kuning tergolong metanil.

Sedangkan untuk indikasi borak dan formalin, kata Paniyati, beberapa makanan yang di uji tergolong berwarna putih dan awet seperti lontong, ketupat, bakso, cincau dan sejenisnya.

Diakuinya uji sampel tersebut pihaknya bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lingga untuk memeriksa higienitas makanan, cara penyajian dan pengolahannya.