Diundang Khusus Mentan, Awe Minta Dukungan dan Do'a

Senin, 27 Juni 2016 00:15 WIB
584x ditampilkan Lingga

LINGGA - Keberhasilan Bupati Lingga Alias Wello membuat gebrakan pembangunan sektor pangan di Kabupaten Lingga dengan modal pribadi, berhasil mencuri perhatian Mentri Pertanian (Mentan) RI, Amran Sulaiman. Perhatian itu ia tunjukkan dengan mengundang Alias Wello dalam sebuah pertemuan khusus usai Idulfitri.

"Lebaran nanti, saya diundang khusus oleh Menteri Pertanian untuk ketemu dan mendiskusikan masalah itu. Saya pun minta di do’akan supaya sukses bertemu dengan beliau," kata Alias Wello, dalam acara buka puasa bersama masyarakat Singkep di Gedung Daerah, Sabtu (25/06).

Awe, sapaan akrab Bupati Lingga tersebut mengatakan, pertemuan khusus dengan Mentan RI nanti lebih ia manfaatkan untuk  mengusulkan Lingga menjadi salah satu daerah penghasil pangan nasional, yang mampu menyediakan beras bagi Kepri.

Sejauh ini, kata Awe, usaha untuk mewujudkan proyek pencetakan sawah di Sungai Besar yang mendapat dukungan penuh masyarakat setempat, telah memberi keyakinan banyak pihak, bahwa Lingga mampu memecahkan masalah kebutuhan pangan Kepri yang sampai hari ini, masih belum ada solusinya.

"Jadi ini luar biasa sekali. Saya kalau becakap begini,sedikit terharu. Karena tidak pernah membayangkan daerah ini akan menjadi solusi bagi ketersediaan pangan di Kepri," tuturnya.

Sebelumnya, ungkap Awe, ia telah di tantang oleh kementrian pertanian malalui Dirjennya, untuk mencetak sawah seluas 3000 hektar. Ini arti nya kalau sudah tercetak 3000 hektar, maka Lingga akan menjadi salah satu “lumbung beras Nasional”.

"Dalam peta nasional, kita bakal jadi salah satu lumbung beras nasional. Itu secara nasional dan Insya Allah kita telah ditantang oleh Menteri Pertanian untuk mewujudkan itu," tuturnya.

Dipaparkan Awe, keuntungan yang didapat Lingga dengan sawah seluas 3000 ha tersebut, yakni Lingga akan menghasilkan sedikitnya 36.000 ton beras per tahun.

"Jadi kalau berhasil tercetak sebanyak 3000 hektar itu, kita akan menghasilkan padi sebanyak 36.000 Ton. Sedangkan kebutuhan kita selama 1 tahunnya rata-rata 10.000 sampai 12.000 Ton saja. Sisanya yang 24.000 Ton itu akan kita suplay ke daerah-daerah lain," jelasnya.

Keberhasilan ini, lanjut Awe, tentunya akan mendapat perhatian dari Pemerintah pusat. Karena, pemerintah 'pun belum punya solusi untuk mengatasi masalah kebutuhan beras untuk wilayah Provinsi Kepri.

"Lingga akan menjawab dengan kerja keras terhadap ketersediaan pangan ini," tutup Awe.