Pesawat Malaysia Masuki Natuna, Indonesia Harus Sampaikan Protes

Selasa, 28 Juni 2016 09:25 WIB
728x ditampilkan Natuna

JAKARTA - Anggota Komisi I DPR Syarief Hasan meminta pemerintah Indonesia melayangkan nota diplomatik kepada Malaysia. Hal itu terkait pesawat Hercules Charlie-130 milik Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM) yang masuk wilayah Kepulauan Natuna tanpa izin. "Protes terhadap itu. Ya harus minta penjelasan, sengaja atau tidak sengaja.

Syarief mengatakan peristiwa tersebut dapat terulang kembali bila Indonesia tidak menyapaikan protes.

Pihak Malaysia, kata Politikus Demokrat itu, harus memberikan penjelasan terkait peristiwa tersebut.

"Sekalipun sudah diusir oleh TNI AU kita, lagi-lagi sekarang memang kita harus memperkuat di Natuna itu, dari awal, kalau baru sekarang sebenarnya agak telat," ujarnya.

Ia juga meminta adanya pangkalan militer angkatan udara di Natuna. Sebab, terjadi peristiwa pelanggaran wilayah akhir-akhir ini.

"Kalau kapal nelayan sih tidak terlalu menyulitkan, kalau pesawat, kalau kapal perang, nah ini baru, kalo nelayan hanya menyangkut ZEE itu, itu harus segera diselesaikan," ujarnya.

Sebelumnya, Pesawat Hercules Charlie-130 milik Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM) yang masuk wilayah Kepulauan Natuna tanpa izin mendapatkan peringatan dari pesawat tempur TNI Angkatan Udara.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara Marsma Wieko Sofyan membenarkan peristiwa yang terjadi hari Sabtu (25/6/2016) kemarin.

"Benar sempat terjadi pelanggaran wilayah udara oleh pesawat TUDM jenis C-130. Pesawat tersebut sempat diperingati oleh pesawat F-16 TNI AU yang sedang bertugas di wilayah Natuna," kata Wieko saat dikonfirmasi, Minggu (26/6/2016).

Menurutnya, pesawat tersebut sempat diberikan peringatan lantaran meanggar batas ruang udara, namun tetap diabaikan.
Namun pesawat militer Malaysia itu pergi meninggalkan wilayah Indonesia.

"Selanjutnya pesawat TUDM keluar wilayah udara RI," katanya. (tribunnews)