Remaja 13 Tahun Tewas di Lubuk Papan

Selasa, 12 Juli 2016 05:23 WIB
898x ditampilkan Lingga

LINGGA - Naas dialami Tari, remaja 13 tahun yang baru duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama ini tewas setelah tenggelam lemas di Objek wisata pemandian Lubuk Papan, Minggu (10/7).

Peristiwa bermula saat korban mengisi liburan panjang idul fitri 1437 H dengan niat berwisata sekaligus refreshing dan berenang  dipemandian lubuk tersebut.

Namun remaja asal Tanjung Buton ini tenggelam hingga meregang nyawa. Di tengarai tidak bisa berenang dan tidak ada petugas lapangan, hingga nyawa sikorban tidak bisa diselamatkan.

Berdasarkan informasi dilapangan korban  berenang bersama  tiga  orang temannnya ketika objek wisata pemandian tersebut dalam keadaan ramai pengunjung. Korban yang tidak bisa berenang ikut turun  mulanya  di tempat dangkal, namun pelan-pelan korban mencoba menjauh kearah yang dalam.

Kami berenang di tempat yang dangkal, tapi pelan-pelan dia (Tari) berenang menjauh ke tempat yang dalam. Kami berusaha mengejarnya," tutur Wati, teman korban yang berada di rumah duka, Minggu (10/7)

Dituturkan Wati, korban yang sudah terlalu jauh tiba-tiba menghilang. Teman-teman lainnya berusaha meminta pertolongan kepada pengunjung. Namun tak satupun yang percaya, kalau korban tenggelam.

"Lama-lama tari mulai menghilang, kami minta tolong dengan sejumlah orang disitu. Tapi tidak cepat di respon. Beberapa orang lainnya tak percaya kalau tari tenggelam," imbuhnya.

Menurut salah seorang siswa sekolah menengah pertama di Daik Lingga tersebut, setelah diangkat ke atas, Tari tidak langsung di bawa ke rumah sakit terdekat. Ada beberapa orang yang coba melakukan penyelamatan pertama. Hingga akhirnya korban dilarikan ke RS Lapangan Daik Lingga, setelah orang tua korban tiba dilokasi.

Namun sayangnya, korban sudah tidak dapat diselamatkan. Jenazah korban di bawa kerumah duka, sekitar pukul 16:15WIB.

Ketika ditanyai soal keberadaan petugas yang melakukan pengawasan terhadap aktivitas masyarakat di tempat tersebut, dia mengatakan, tidak tahu dimana dan siapa orangnya.

"Tidak tahu, kami berusaha minta bantuan pada orang-orang yang ada disitu. Kami tak tau siapa pengawasnya," imbuhnya.

Setelah korban dibawa ke rumah duka menggunakan mobil Jenazah RSL Daik, terlihat suasana duka menyelimuti keluarga korban. Termasuk ayah Tari mantan ketua BPD Desa Mepar Handoyo terlihat meneteskan air mata. Serta ibu korban yang ditinggalkan.