Demam Merica Picu Pembukaan dan Eksekusi Lahan Bercocok Tanam di Luwu Timur

Kamis, 28 Juli 2016 16:10 WIB
385x ditampilkan Bisnis

TOWUTI - Pembukaan lahan tanaman jenis biji-bijian yang dijadikan bumbu agar cita rasa masakan terasa lebih sedap, beraroma merangsang, dan menghangatkan badan ini pun sudah merambah di kawasan hutan, bukit, pegunungan, daerah aliran sungai di Desa Wawondula dan Mahalona Kecamatan Towuti.

Sepanjang mata memandang, sesuai pantauan reporter kami Senin (25/7/2016). Wilayah desa-desa di Kecamatan Towuti, Luwu Timur ramai ditanami merica putih karena harganya yang cukup menggiurkan yakni Rp 130 per kilogram. Bahkan sengketa lahan  garapan warga yang kini jadi kebun merica dalam lokasi transmigrasi Mahalona pun terjadi.

Aktivis sosial dan lingkungan Kabupaten Luwu Timur Obeth Talua mengatakan, tanah subur di Towuti dan sekitarnya seperti magnet bagi semua orang untuk berbondong-bondong membuka lahan bercocok tanam merica.

"Namun kami sangat sayangkan sikap pemda Lutim melalui tim terpadu yang merusak ratusan tanaman merica siap panen dan 4 rumah warga yang dibongkar paksa. Padahal mereka bermukim dan menggarap lahan itu jauh sebelum program transmigrasi masuk di Desa Mahalona Kecamatan Towuti," sesal Obeth saat di temui Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Lebih lanjut Obeth mengaku akan tetap mendampingi Simon Sarussu dan keluarganya yang kini hidup menumpang di rumah kerabatnya di Desa Mahalona.

"Bahkan saya mau menghadap langsung dengan Bupati Luwu Timur memediasi Simon Sarussu dan keluarganya. Berikut dengan barang bukti merica, dokumen gambar eksekusi dan bukti jual beli lahan oleh mantan kepala desa di Mahalona," tegas Obeth.

Sebelumnya  Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Luwu Timur, Indra Fauzi dengan puluhan personilnya melakukan eksekusi 100 hektar kebun merica dan 4 rumah di Desa Mahalona Kecamatan Towuti selama dua hari.

Mereka sejak Kamis hingga Jumat 22 Juni 2016, tim terpadu yang dipimpin Asisten I Pemerintahan Luwu Timur Dohri As’ari memporak-porandakan rumah dan kebun merica yang siap panen mereka milik keluarga Simon Sarussu.