Indikasi Korupsi Jembatan Gantung Lemoa Dari Alokasi Dana Desa Tahun 2016

Adhie Kamis, 19 Januari 2017 07:46 WIB
452x ditampilkan Headline Makassar

GOWA, -- berdasarkan Undang-Undang Negara Republik Indonesia nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik serta tindaklanjut laporan warga, Laskar Merah Putih Indonesia melakukan investigasi terhadap proyek jembatan gantung lemoa di dusun lemoa desa bontolempangan kecamatan bontolempangan kabupaten Gowa

Dari hasil investigasi dan kroscek dilapangan, proyek jembatan tersebut ditenggarai terindikasi korupsi sehingga melaporkan kasus tersebut dengan dugaan tindak pidana korupsi pada anggaran alokasi dana desa tahun 2016 sebesar Rp.170.000.000 juta.

Sesuai temuan pada proyek tersebut, ketua bidang investigasi dan pemberantasan korupsi LMPI Sulsel Andika Ali Kanji melaporkan kepala desa, Sekretaris desa dan kepala dusun lemoa di kejaksaan tinggi Sulawesi Selatan sesuai dengan undang-undang republik indonesia nomor. 28 tahun 1999 tentang penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme.

Kami juga melaporkan tetkait Undang-Undang Negara Republik Indonesia nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Ketua bidang investigasi dan pemberantasan korupsi LMPI Sul-sel, Andika Ali Kanji, mengatakan bahwa aparat ataupun perangkat desa yang ada di bontolempangan harus bertanggung Jawab pada proyek tersebut.

"Sudah setahun proyek yang ada di dusun lemoa ini jalan di tempat dan laporan ini diperkuat bukti bukti foto" sambung Andika kamis (19/01/2016).

LMPI sulsel juga meminta kepada kepala kejaksaan tinggi Sulawesi Selatan agar sekiranya memproses pelaporan tersebut dengan memanggil terlapor untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya yang dinilai merugikan masyarakat.

Kerugian tersebut karena tidak adanya bukti fisik yang dapat di pergunakan masyarakat dalam meningkatkan perekonomian didesa tersebut tandas Andika Ali Kanji.(*)