AMAK Sulsel Desak Kejati Terus Kejar DPO Korupsi Tauphan Ansyar

Adhie Jumat, 26 Mei 2017 16:57 WIB
263x ditampilkan Makassar Suara Mahasiswa

MAKASSAR, -- Desakan terhadap keseriusan Kejaksaan dalam mengejar Taupan Ansyar terus disuarakan oleh Aliansi Masyarakat Anti Korupsi Sulsel, di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel. Jalan Urip Sumoharjo Makassar, Jumat (26/05/2017).

Melalui Kordinator Lapangan (Korlap)nya Basran mengatakan tak ada alasan Kejaksaan tidak menjadikan perhatian serius terhadap kasus yang menjerat Taupan Ansyar. 

"Taupan divonis 4 tahun hingga berkekuatan hukum tetap alias incratch namun dia buron menghindari eksekusi dan sekarang kejaksaan telah menerbitkan surat pencengkalan ,"ucap Basran.

Lanjut dia berharap kejaksaan tak main mata hingga bermasa bodoh untuk tidak mengeksekusi Taupan Ansyar yang dikenal sebagai bos tambang didaerah Sulawesi Tenggara (Sultra) dan juga banyak berperan dibalik masalah masalah sengketa lahan di Kota Makassar.

"Inilah keanehannya kejaksaan yang sudah beberapa bulan tidak ada atensi untuk mengejar Taupan yang sejak lama berstatus DPO dalam kasus korupsi. Itupun nanti bergerak ketika ramai kembali desakan ,"harapnya.

Sementara itu Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sulsel, Salahuddin berharap keterlibatan masyarakat dalam mengejar Taupan Ansyar yang berstatus DPO dalam kasus korupsi Pasar Pa'baeng-baeng Makassar.

"Kita sangat berharap masyarakat terlibat langsung dalam pengejaran terhadap Taupan Ansyar yang berstatus DPO ,"tegas Salahuddin dihadapan para pengunjuk rasa yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Anti Korupsi (Amak) Sulsel.

Salahuddin meminta agar Tauphan Ansyar segera menyerahkan diri dan tidak kabur. Karena kata dia sampai kapan pun statusnya tetap menjadi buronan negara. 

"Jadi saya sarankan agar menyerahkan diri saja karena sampai kapan pun statusnya jad buronan negara ,"ujar Salahuddin. (*)