Gadget Serta Dampak Perkembangan Pada Anak Usia Dini

Redaksi Jumat, 2 Juni 2017 21:15 WIB
64x ditampilkan Opini

MALANG, -- Pada era modern ini, perkembangan teknologi mengalami evolusi yang cukup pesat dari masa ke masa. Teknologi yang dihadirkan tidak hanya membantu meringankan pekerjaan, melainkan sebagai suatu kebutuhan yang tidak dapat dihindari.

Salah satu teknologi yang banyak digunakan saat ini ialah gadget. Gadget merupakan teknologi yang memiliki fungsi smartphone dalam menyajikan berbagai media sosial. Alat yang dengan mudah terkoneksi dengan internet berdampak bagi banyaknya pengguna gadget dan teknologi lainnya, baik kalangan dewasa maupun anak-anak. 

Namun tepatkah pengenalan gadget pada anak usia dini? Anak usia dini adalah sosok individu yang sedang menjalani suatu proses perkembangan dengan pesat.

Anak usia dini sendiri adalah mereka yang memiliki rentan usia antara 0-8 tahun. Usia dimana anak mengalami perkembangan emas dengan belajar untuk mengenal dan beradaptasi dengan lingkungannya dan terjadi proses pertumbuhan dan perkembangan dalam berbagai aspek, diantaranya adalah aspek dalam interaksi sosial.

Gadget  di masa kini sangat disukai anak-anak karena telah berevolusi dari generasi sebelumnya. Gadget yang telah mengalami evolusi hadir dengan tampilan yang lebih menarik, visual dengan layar sentuh, dan terdapat banyak aplikasi yang ditawarkan terutama games.

Games dengan tema petualangan sampai pelajaran banyak digemari oleh anak-anak karena variasi warna dan tampilan yang dikemas secara menarik dan apik. Tidak heran membuat mereka betah untuk berlama-lama berada di depan gadget sehingga penggunaannya menjadi berlebihan. 

Kecenderungan penggunaan gadget yang berlebihan membuat seseorang tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya, baik dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat. Karena fokus mereka akan sepenuhnya dialihkan pada yang mereka kerjakan.

Ketidak pedulian terhadap lingkungan sekitar membuat seseorang akan dijauhi bahkan terasing di lingkungannya. Penggunaan gadget pada anak usia dini memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positif akibat penggunaan gadget pada anak usia dini untuk mengasah kreativitas, mengasah kecerdasan otak, dan kemampuan anak seperti dalam aplikasi mewarnai, membaca, dan menulis. 

Sedangkan dampak negatif pada anak dari gadget yang mudah untuk mengakses informasi membuat anak cenderung malas untuk bergerak dan beraktivitas. Pengaruh yang besar terhadap tumbuh kembang anak yang seharusnya aktif mencari informasi dan bersosialisasi dengan teman sebayanya.

Anak-anak yang telah kecanduan dengan gadget cenderung suka menyendiri dan sibuk dengan dunianya, sehingga mereka cenderung tidak memiliki banyak teman dan sulit untuk berkomunikasi dengan lainnya. 

Dampak lain dari penggunaan gadget yang berlebihan menyebabkan perkembangan anak kurang baik. Terlalu sering menggunakan gadget akan merangsang otak untuk memproduksi hormon endorphine yang berfungsi sebagai pusat kesenangan dan kenyamanan sehingga menyebabkan kecanduan. Anak yang lebih aktif bermain gadget dibandingkan bermain secara aktif dapat menghambat perkembangan motorik.

Selain menghambat perkembangan motorik, kecanduan gadget berdampak pada kondisi emosional, sehingga anak cenderung menyendiri, mudah marah, depresi, dan tidak bisa diatur. Dampak negatif lainnya ialah menurunkan semangat belajar dan minat membaca buku. Semangat belajar yang menurun menyebabkan anak menjadi malas dan berakibat pada nilai prestasi yang buruk.  

Adapun dampak kesehatan yang diakibatkan oleh penggunaan gadget yang berlebihan pada anak diantaranya, gangguan penglihatan akibat terlalu fokus dan dekat dengan layar monitor gadget, pola tidur tidak teratur, sakit pada leher, dan obesitas. Obesitas menjadi hal yang mungkin terjadi akibat terlalu fokus dengan dunianya sehingga pola makan anak menjadi tidak teratur. 

Pengawasan dan bimbingan dari orang tua sangat diperlukan dalam mengatasi permasalahan akibat penggunaan gadget yang berlebihan pada anak. Orang tua harus bijak dalam menyajikan tayangan yang sesuai dan mengedukasi pada anak. Pada anak usia dini dibawah tiga tahun sebaiknya tidak diperkenalkan dengan gadget. Anak-anak perlu diperkenalkan dengan dunia luar supaya dapat beradaptasi dengan baik di lingkungan sekitar.

Manfaat anak-anak bermain di alam bebas yaitu menghindari stres karena anak dapat bermain dan berlari sepuasnya tanpa takut adanya penghalang seperti lemari ataupun tembok.  Membuat anak lebih waspada terhadap resiko jatuh atau tergelinicr akibat tanah yang licin atau pasir. 

Timbulnya keinginan belajar yang tinggi karena anak akan belajar bagaimana untuk bertahan atau tidak jatuh saat memanjat dan belajar berenang supaya tidak tenggelam. Anak akan belajar untuk disiplin waktu bermain di luar. Bermain di alam bebas juga menyehatkan karena anak mendapat cukup sinar matahari dan udara bersih yang baik bagi pertumbuhan dan olahraga. (Zardiya BK/*)