Hindari Insomnia dan Awali Hidup Sehat, Atur Pola Tidur

Redaksi Sabtu, 3 Juni 2017 14:15 WIB
164x ditampilkan Opini Pendidikan

MALANG, -- Seseorang akan dapat beraktifitas dengan baik apabila memperoleh tidur yang cukup. Tidur merupakan cara tubuh untuk meregenerasi sel- sel dan mengatur kembali kesimbangan metabolisme dalam tubuh dan seseorang yang memperoleh tidur yang cukup adalah yang dapat memenuhi kebutuhan tubuh secara kuantitas dan kulitasnya.

Kebutuhan tidur bagi setiap orang berbeda-beda. Pada umumnya orang dewasa membutuhkan tidur 7-9 jam setiap harinya. Bayi baru lahir tidur antara 16-18 jam sehari. Anak usia pra sekolah 10-12jam dan anak usia remaja 8-10 jam seharinya. Bisa dikatakan semakin tua umur seseorang makan semakin berkurang kebutuhan tidurnya. 

Ketika seseorang memulai untuk tidur, orang tersebut akan melewati fase-fase dalam tidur. Dalam tidur malam yang berlansung kurang lebih 6-8 jam seseorang akan melewati pergantian siklus tidur 4-6 kali. Siklus tersebut terdapat dalam fase Non-REM dan REM. Non- REM atau Non Rapid Eye Movemen terbagi menjadi 4 siklus, yang pertama dimulai ketika kita mulai tertidur siklus ini hanya berlangsung sekitar 5 menit, dalam siklus ini bola mata bergerak sangat lambat dan masih sangat mudah untuk terbangun dari tidur.

Tahap kedua bisa dikatakan merupakan awal saat kita benar-benar tertidur dan berlangsung sedikit lama sekitar 10-3- menit dalam tahapan ini seseorang agak susah untuk dibangunkan, gerakan bola mata sudah berhenti dan detak jantung mulai melambat.

Tahap ketiga dan keempat merupakan tidur paling dalam dari fase tidur Non-REM, di tahap ini aktifitas otot sangat lambat, aliran darah lebih banyak dialirkan ke otot untuk mengisi energi fisik tubuh, seseorang akan sangat sulit untuk dibangunkan dan apila terbangun akan mengalami disorientasi dan membutuhkan penyesuaian selama beberapa menit. 

Setalah melewati 4 siklus dalam fase Non-Rem akan dilanjutkan menuju fase REM (Rapid Eye Movement). Fase REM atau fase tidur nyenyak berlangsung selama kurang lebih 20 menit, padafase ini seseorang akan mengalami pergerakan bola mata yang cepat, denyut jantung menjadi naik turun dan otot mengalami relaksasi total yang berguna bagi pemulihan tenaga dan menghilangkan rasa lelah. Pada fase ini juga sering timbul mimpi- mimpi, mengigau atau bahkan mendengkur atau mengorok.

Berkerja terlalu keras akan membuat siklus tidur seseorang menjadi tidak berkualitas dan akan memunculkan berbagai gangguan dalam tidur. Salah satunya adalah kurang tidur atau biasa disebut dengan insomnia. 

Insomnia yang terjadi berkepanjangan akan mengganggu kesehatan fisik dan psikis seseorang. Dalam segi fisik seseorang akan mudah terserang penyakit karena tubuh mengalami penurunan imunitas tubuh, sedangkan dalam segi psikis akan menyebabkan perubahan suasana kejiwaan, tubuh menjadi lesu dan sulit untuk berkonsentrasi. 

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi insomnia, biasanya beberapa orang membaca novel atau bahkan buku-buku tebal agar mata menjadi lelah dan bergegas untuk tidur. Tapi sebagian orang tetap terjaga karena mereka merasa mendapatkan banyak informasi dan rasa penasaran semakin kuat untuk terus membaca. Dan pada akhirnya masalah insomnia tidak teratasi. Cara lain untuk mengatasi insomnia adalah dengan memodifikasi lingkungan atau kamar tidur. 

Lingkungan yang nyaman akan menstimulus otak untuk merilekskkan tubuh setelah seharian bekerja. Apabila masih belum teratasi bisa dengan meminum segelas susu kambing hangat sebelum tidur. Mengapa harus susu kambing? Karena apabila dibandingkan dengan susu sapi, kandungan susu kambing lebih unggul.

Susu kambing banyak mengandung vitamin A, vit A dapat menurunkan tingkat stress dan ketegangan otot tubuh secara psikologis. Susu kambing memiliki lemak dan protein yang lebih mudah untuk dicerna tubuh, selain itu kandungan kolesterol dan garam juga lebih rendah dibandingkan susu sapi. oleh sebab itu kecil kemungkinan seseorang terkena obesitas ketika terus menerus mengalami insomnia. 

Seperti yang kita ketahui, dewasa ini kolesterol dan garam dapat menjadi sumber dari gejala penyakit, seperti kegemukan atau obesitas, dan obesitas merupakan dampak dari insomnia. Dengan meminum susu kambing otomatis kita akan rileks dan tingkat stress akan menurun.

Setelah tertidur leptin (hormone perangsang nafsu makan) akan tetap stabil dan tidak mengalami penurunan, dan ghrelin (hormon perangsang rasa lapar) akan turun sehingga seseorang yang sedang mengalami insomnia tidak tepacu hasratnya untuk menyantap makanan pada malam hari. Hal tersebut dapat mengurangi berbagai resiko penyakit yang dimuncul karena masalah kurang tidur atau insomnia. (R.Dwi.A/*)