Metode Air Seeding Cara Yayasan Kalla Menabur Benih Diatas Lahan Kritis

Adhie Sabtu, 16 September 2017 12:27 WIB
317x ditampilkan Headline Nasional

KENDARI, -- Mengatasi lahan kritis dan degradasi hutan akibat deforestasi masif oleh pihak swasta dan masyarakat lokal diatas lahan seluas 7000 hektar di kabupaten Konawe, Konawe Selatan, dan Kolaka Timur, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Yayasan Kalla meluncurkan penanaman perdana reforestasi dengan metode air seeding atau menebar biji Sengon laut, Sengon buto, Jati putih, Akasia mangium, Kaliandra merah dan Kaliandra putih dengan menggunakan 'capung besi' atau helikopter di Desa Lakomea, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, pada Jumat 15 September 2017 kemarin.

Muhammad Zuhair selaku ketua harian Yayasan Kalla, mengaku bahwa metode air seeding yakni sebuah terobosan baru dalam upaya rehabilitasi lahan kritis yang sudah dijangkau dengan cara penanaman manual.

Sementara itu, Dirjen Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung KLHK, Hilman Nugroho mengatakan dikarenakan lahan telah kritis dan rusak maka perlu dihijaukan kembali secara nasional.

Untuk itu yayasan kalla dengan program penanaman reforestasi dengan metode air seeding telah menebar biji sebanyak 24,3 juta hektar pada lokasi yang telah ditentukan.

"Luas area yang luar biasa sulit, bila harus diatasi pemerintah sendiri. Olehnya itu kami sangat berterimakasih atas kerjasama dan upaya yang dilakukan Yayasan Kalla melalui kemitraan pendanaan bersama Millenium Chanllange Account-Indonesia (MCA-Indonesia) ," kata Hilman Nugroho.

Terpisah, Deputy Project Director Economic Quality and Sustainability Improvement (EQSI) Sapril Akhmadi mengatakan, menabur benih dari udara oleh Yayasan Kalla itu terinspirasi oleh burung yang bisa menabur benih dari udara dan apa saja bisa tumbuh. (yd/*)