Disparpora Lingga Kirim Pemuda Ikuti Kursus Bahasa Inggris di Jawa Timur

Arpa Senin, 25 September 2017 13:52 WIB
48x ditampilkan Lingga

LINGGA - Sebanyak lima pemuda Lingga mengikuti program optimalisasi kepemudaan berupa kusrus bahasa Inggris di Kecamatan Pare Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Kelimanya merupakan rekomendasi Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Lingga melalui Bidang Pemuda dan Olahraga mengirimkan lima pemuda Lingga.

Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga, Saparuddin mengatakan program ini sebagai contoh awal project kepemudaan guna meningkatkan dedikasi pemuda Lingga pada daerah dalam berbagai bidang, terutama pendidikan, pemuda dan pariwisata.

Kelima pemuda ini kata dia akan mengikuti program kursus bahasa Inggris selama 6 bulan kedepan. Dengan hasil ilmunya nanti bisa sebanding dengan pendidikan akademik strata 1 Bahasa Inggris.

"Giat ini merupakan salah satu bentuk kerjasama Pemkab Lingga melalui Bidang Kepemudaan demi menciptakan generasi muda Lingga yang paham berbahasa asing,"  ucap Saparuddin diruang kerjanya, Senin (25/09).

Sebagaimana diketahui, Kecamatan Pare di Kediri Jawa Timur dikenal sebagai salah satu Kampung Bahasa Inggris yang terletak di Desa Singgahan dan Desa Tulungrejo. Saat ini, disana telah bediri lebih dari 100 lembaga kursus bahasa. Sehingga lebih tepat tempat ini dikenal sebagai kampung kursus/kampung bahasa.

Sebagai program awal dia sampaikan kelima pemuda direktur secara acak. Meraka berasal dari desa di Kabupaten Lingga. Semua biayai kursus secara utuh ditanggung oleh pemkab Lingga selama proses kursus berlangsung.

Namun, setelah selesai menjalani pendidikan kelima pemuda ini akan mengabdi selama setahun di kampung halamannya sebagaimana komitmen dan kesempatan awal. Setelah selesai, jika salah satu atau semua yang diberangkatkan ini mangkir dari komitmen maka wajib mengembalikan biaya yang telah dikeluarkan daerah.

"Kami pakai MoU, semua ditanggung pihak kami selama kursus. Tapi setelah selesai nanti, mereka kami minta mengabdi di daerah selama satu tahun tanpa gaji. Jadi itu komitmen, bagaimana mereka bisa menciptakan generasi muda Lingga dengan apa yang mereka dapatkan selama belajar bahasa ini," ujar dia.

Harapannya dengan adanya program ini kelima pemuda yang dipercaya menambahkan ilmu berbahasa ini kelak mampu menciptakan apa yang diharapkan pemkab Lingga, terutama di bidang Kepemudaan Lingga.

Dia katakan jika program percontohan ini berhasil, maka potensi yang dilihat terbuka di kabupaten Lingga ini tercapai. Maka dari itu kata dia, untuk melihat keberhasilan ini harus ada objek percontohan seperti siswa-siswi ataupun pemuda-pemuda yang kelak belajar bersama mereka.

Selain itu pihaknya juga telah menjalan komitmen kerjasama dengan beberapa lembaga di Kampung Inggris, Kecamatan Pare. Jika mereka berhasil membentuk dedikasinya kepada daerah, sejumlah lembaga bahasa juga siap membantu.

"Karena memang kita harapkan mereka mampu berdikari. Nanti setelah mereka pulang mereka bisa membuka yayasan bahasa Inggris, mengajar dan menciptakan kursus serupa di Kabupaten Lingga," harap dia.