Waduh !!! Pengerjaan Rehab Dermaga Jagoh Terbengkalai

Arpa Rabu, 27 September 2017 20:58 WIB
23x ditampilkan Lingga

LINGGA - Aktivis Masyarakat Singkep meminta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lingga segera memanggil Dinas Perhubungan dan kontraktor pelaksana rehap Pelabuhan Jagoh. Pasalnya meski waktu pelaksanaan  pembangunan masih tersisa, namun sudah tiga bulan tampak  terbengkalai pengerjaannya. 

"Dishub sebagai leading sector harus tegas terhadap kontraktor pelaksana pekerjaan. Sudah tiga bulan terbengkalai belum juga terlihat progres pekerjaan akan dilanjutkan. Oleh karena itu kita minta DPRD Lingga juga ikut turun tangan untuk memanggil kedua belah pihak," kata Mardian aktivis masyarakat Singkep, Rabu (27/09).

Diketahui memang pelabuhan Jagoh adalah fasilitas umum yang sangat vital. Jika tidak segera digesa, dikhwatirkan pekerjaan akan terkendala hingga waktu yang ditentukan.

Menurutnya dengan terbengkalainya rehap pembangunan pelabuhan ini, pelayanan masyarakat menjadi terganggu. Saat ini masyarakat penguna jasa pelabuhan harus rela berpanas dan berhujan bila ingin bepergian ke Batam atau Tanjungpinang dengan mengunakan kapal ferry.

"Pelabuhan ini adalah pintu gerbang keluar masuknya warga Pulau Singkep," ucapnya.

Selain mengganggu pelayanan masyarakat, terbengkalainya pelabuhan ini juga berefek pada turunnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi pelabuhan. 

"Informasi yang kami dapatkan sejak dermaga pelabuhan dibongkar untuk rehap retribusi dari pas masuk pelabuhan turun hingga 70 persen," ucapnya.

Turunnya, retribusi dari pass masuk pelabuhan ini disebabkan para petugas yang ditugaskan sering meninggalkan pintu pelabuhan sementara, di dermaga yang baru dibangun tahun 2016.

"Dermaga yang baru dibangun ini belum memiliki atap dan pos. Para petugas harus berpanas diterik matahari untuk memunggut pas masuk dari penumpang kapal ferry," sebutnya.

Sementara, terkait ini Kabid Laut dan Udara Dishubkominfo Lingga, Selamat, mengatakan terhentinya pengerjaan rehap ini, telah diberikan warning kepada kontraktor pelaksana pembangunan. Tidak hanya menyurati, pemanggilan terhadap kontraktor juga telah dilakukan. 

"Kontraktor mengaku keterlambatan pekerjaan disebabkan ada perselisihan dengan perusahaan penyedia tiang pancang pelabuhan. Namun pihak kontraktor sudah mendapatkan penggantinya. Saat ini, tiang pancang pelabuhan telah dimuat dikapal dan akan segera berangkat ke Jagoh," imbuhnya. 

Berdasarkan informasi data kontraktor pemenang rehap pelabuhan Jagoh senilai Rp 1,2 milyar adalah PT Diva Lingga dengan masa pekerjaan 180 hari kalender.