Budaya Tabe Beri Kesan Mahasiswa PPL Aceh Yang Akan Mengajar Didaerah 3T

Adhie Selasa, 7 November 2017 21:00 WIB
139x ditampilkan Makassar Pendidikan Headline

MAKASSAR, -- Selama tiga bulan, Mahasiswa yang berasal dari Aceh, Papua dan Kalimantan Utara, yang mengambil Program Pendidikan PGSD Program PPGT Universitas Negeri Makassar, melakukan praktek lapang mengajar di SDN Mamajang 1.

Mahasiwa tersebut dipersiapkan untuk mengajar di daerah 3T (terdepan, tertinggal dan terluar), di Indonesia sebagai program yang dicanangkan oleh pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah-daerah terpencil. 

Dalam acara perpisahan usai praktik tiga bulan yang dipusatkan di Aula SDN Mamajang 1, Senin (6/11/2017), Muh Irfan Sekretaris prodi PGSD FIP UNM mengharapkan peserta PPL tetap terus berinovasi dalam mengembangkan dunia pendidikan.

“Inovasi sangat penting dalam membuat media pembelajaran dan strategi mengajar, agar siswa yang diajar menjadi kreatif dan inovatif,” pesannya.

Acara perpisahan itu diwarnai dengan berbagai atraksi dari siswa dan dari 10 mahasiswa praktik lapang; pembacaan puisi, fashion show, dan tari dari asal daerah PPL bahkan orang tua siswa juga diundang untuk hadir memeriahkan. 

Henki Safori, S.Pd, mahasiswa PPL asal Aceh mengaku terkesan dengan keramah tamahan guru-guru dan siswa di sekolah tersebut.

“Budaya menghormati dengan “tabe” ketika jalan di depan orang tua, membuat saya terkesan,’ ujarnya. 

Fatmawati, guru kelas 6 SD Mamajang dan salah satu guru pamong mahasiswa PPL tersebut, berharap para mahasiswa  mendapatkan banyak pengalaman setelah praktek mengajar. “Dedikasi yang ditunjukkan selama praktek mengajar sangat mengesankan.

Semoga terus dipertahankan saat mengajar di daerah terpencil,” ujar  Fatmawati, guru kelas 6 SD Mamajang (*/)