Program Geoislator Kementerian KKP RI Sukseskan Petani Garam Desa Soro Lambu Bima

Redaksi Rabu, 8 November 2017 16:47 WIB
87x ditampilkan Bisnis

BIMA, -- Dengan adanya Geoislator yang merupakan lapisan plastic untuk tambak garam, sangatlah memberi kontribusi bagi petani garam, dan merubah sirklus ekonomi masyarakat.

Bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan Pusat tersebut, sangatlah bermanfaat dalam menambah pendaatan diatas rata rata, dibanding yang sebelumnya petani melakukan secara manual.

Sebelumnya perkolom hanya mampu menghasilkan 4 karung, dengan waktu lebih dari sebulan sejak pengolahan tambak, yang sekarang dengan menggunakan geoislator petani dapat  panen dan hasil mencapai 8 karung perkolom/bedeng hanya dalam waktu 7 hari. 

Kepala Unit Penunjang Kelautan dan Perikanan kec lambu kab Bima 'A Rafik, mengutarakna bahwa perkiraan pendapatan masyarakat petani tambak garam permusim mencapai 7 miliar lebih selama 7 bulan, yang terhitung dari bulan Juni hingga Desember 2017 ini,di musim kemarau.

Kendati demikian, masyarakat kec lambu tethitung telah turut mensukseskan program pemerintah, sehingga masyarkat ikut menikmati hasil dari program tersebut,' Ungkap nya.

"Musim kemarau di kec lambu ini, jauh lebih lama ketimbang daerah lain hingga 9 bulan, yang menghasilkan garam berkualitas dengan jenis tingkat  dan kwalitas di angka 11, dan hampir mencapai KW 1, kurang 3 persen kadar garam atau Natrium Clorida (NaLc) nya, dan kec lambu mencapai angka 94 porsen, sementara tingkat maksimal  kw 1 di angka 97, karena tingkat kristalnya lebih bagus dari produksi tanpa Geoislator,'Jelas A Rafik.

Lanjut  menurut dia kwalitas garam yang dihasilkan geoislator didukung pula tehnik pengelolaan air tuak yang bagus juga air dengan kadar kandungan garamnya mencapai angka 25 keatas(BE)-25 %, hasil yang diamati sangat luar biasa, bahkan menjadi daerah central pugar wilayah indonesia timur ada di kec lambu.

"Garam saat ini di pasarkan mulai 10,5000 - 120,000 perkarung ,dengan berat Netto rata-rata 60-70 (Kg), dan masyarakat berharap, pada tahun 2018 mendatang, ada bantuan Geoislator dari kementrian kelautan dan perikanan RI, untuk memenuhi kebutuhan kelompok petani garam, yang masih belum tercukupi lahan nya mencapai  26 Hektar (Ha),"Harap Nya. 

Salah satu ketua kelompok tani Panta Paju desa soro kec lambu M Saleh, membenarkan program bantuan geoislator ini, mampu menghasilkan panen garam/tujuh hari, lebih kurang 4,5 ton perorang, dengan pemasaran yang tidak berbelit-belit.

"Bukan garam mencari uang,tetapi uanglah mencari garam","Ungkap M Saleh saat di konfirmasih terkininews.com Rabu (08/11/2017) dilokasi tambak. (edy/*).