DID Berpaket, Kontestasi Pilwalkot Makassar 2018 Kian Menarik dan Dinamis

Adhie Selasa, 14 November 2017 07:30 WIB
630x ditampilkan Headline Makassar

MAKASSAR, -- Jelang Pilwalkot Makassar 2018 membuat sejumlah tokoh mulai bermunculan, sebut saja pasangan bakal calon dalam perhelatan Pilwalkot Makassar 2018 dengan figur pasangan Deng Ical dan Iqbal Djalil membuat kontestasi politik kota Makassar akan semakin menarik dan dinamis.

Kemudian pasangan yang merupakan kader partai Demokrat dan PKS ini, akhirnya akan memecah konsentrasi publik yang selama ini poros patahana Danny Pomanto dan poros CEO PSM Makassar Munafri beserta ketua Nasdem Makassar Andi Rachmatika Dewi.

Ketegasan terkait paket Wawali Makassar bersama Legislator Sulsel asal PKS diungkapkan orang dekat Deng Ical yang juga eks Jubir DIA Irwan Ade, bahwa pasangan ini sementara penyelerasan dan pengkonsolidasian kandidat beserta tim kerja masing-masing baik dipihak Deng Ical maupun  pada tim Uztad Ije.

Sedangkan urusan rekomendasi dukungan partai sementara dimatangkan oleh tim yang khusus baik dari partai Demokrat dan PKS. Ujar, Irwan Ade. Selasa (14/11/2017) kepada terkininews.com. melalui pesan singkat whatsaap.

Lanjut menurut Ade, menjelaskan bahwa ada beberapa alasan kenapa Deng Ical dan Uztad Ije bersepakat untuk berjuang pada Pilwalkot Makassar 2018.

"Kedua figur ini sama-sama politisi dan kader partai, sehingga keduanya punya modal utama yakni dukungan partai dan tentunya ada nilai plus juga buat partai mereka, ada modal punya perhatian yang baik bagi perkembangan partai, bukan malah membonsai partai sebagaimana fenomena di daerah yang kepala daerahnya bukan politisi" tandas Ade

Sama-sama pernah anggota DPRD, sehingga tentu punya pengalaman dan punya komunikasi yang baik dalam konteks kemitraan eksekutif-legislatif sebagaimana diatur dalam UU No 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah.

Keduanya pasti bisa menghargai kelembagaan DPRD dalam relasi penyelenggaraan pemerintah daerah. DID juga bisa disebut pasangan nasionalis-religius dan menjadi refresentasi kelompok pemilih cerdas yang notabene paling banyak di kota Makassar.

Apalagi Deng Ical (DI) punya jaringan aktivitas kemanusiaan, dan DI punya jaringan pesantren, tutup Ade. (*/)