Lelang dan Taksasi Miring Cara Bank Panin Makassar Rugikan Nasabah

Adhie Selasa, 28 November 2017 11:17 WIB
50x ditampilkan Makassar Liputan Khusus

MAKASSAR, -- Warga Jalan Tun Abdul Razak, Samata Kab. Gowa, Sulsel, Kusnadi salah satu nasabah PT. Bank Panin Tbk. Makassar merasa kecewa dan telah dirugikan pihak Bank atas taksasi harga tidak sesuai harapan.

Kegusaran tersebut timbul lantaran pihak Bank Telah melakukan lelang terhadap agunan yang telah dia jaminkan kepada Bank Panin tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Bukan hanya itu, nilai taksasi yang juga akan diberikan secara lisan terhadap nasabah (kusnadi) sungguh diluar kewajaran, terkininews.com Selasa (28/11/2017)

"saya (kusnadi) awalnya mengambil kredit ke Bank Panin Makassar sebesar Rp 2,5 Miliar dengan menjaminkan aset berupa rumah dan lahan seluas 3.500 Meter Persegi yang merupakan milik bapak kandungnya, Hasrul Azis pada 11 Oktober 2011, untuk modal usaha.

Sekarang pihak Bank Panin Makassar telah melelang aset berupa rumah dan tanah seluas 3.500 M2, kepada pemenang lelang tunggal Freddy Prasetyo, itupun tanpa menghadirkan nasabah.

Baca !! http://terkininews.com/2017/11/27/Lelang-PT-Bank-Panin-Tbk-Makassar-Rugikan-Nasabah-dan-Terkesan-Sepihak.html

Sementara itu saat dikonfirmasi terkininews.com senin (27/11) kemarin, kepada Hudli Huduri selaku kepala Bank Panin Makassar dirinya malah mengarahkan kepada Asrul.

"Tabe bisaki hubungi Asrul dia kebetulan yang tahu betul kondisi ini.
Maaf saya lagi di Jakarta pelatihan.
Wassalam" tandas Hudli Huduri melalui pesan whatsaap miliknya.

Klarifikasi pun mengarah kepada Asrul yang dengan jawaban singkat bahwa apa yang ingin ditanyakan semua sudah terjawab melalui putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Jelasnya.

Ketika ditanya terkait taksasi yang menurut Kusnadi tidak sesuai NJOP, Asrul malah mengatakan bahwa taksasi sudah tepat karena ada dalam putusan pengadilan baik PN, PT dan MA.

Ketika ditanya lagi perihal lelang tunggal yang tidak melibatkan kesaksian nasabah, Asrul malah balik bertanya, Adakah aturan yang mengharuskan untuk itu ??? (lihat UU HAK TANGGUNGAN). Cetus Asrul melalui pesan masengger whatsaap terkininews.com.

Namun melalui Kuasa Hukum Kusnadi, Ardi Yusran mengatakan seharusnya aset kliennya tersebut dilelang oleh pihak Bank Panin Makassar sesuai nilai taksasi yang sebenarnya tidak dengan harga miring. Salah satunya dengan merujuk pada Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang dikeluarkan resmi pihak kelurahan setempat atau acuannya berdasarkan taksasi pihak swasta dalam hal ini pihak properti atau boleh juga berdasarkan taksasi dari Kantor Jasa Penilai Publik.

"Kami justru bertanya apa yang menjadi dasar acuan Bank Panin Makassar melelang aset klien kami dengan harga miring yakni hanya sebesar Rp 2,5 Miliar saja ,"kata Ardi yang didamping anggota tim kuasa hukum lainnya, Andi Amin Halim Tamatappi

Lanjut Andi Amin paparkan Jika merujuk pada taksasi pihak Kelurahan setempat, aset warga tersebut senilai Rp 10 Miliar lebih dimana semeter tanah dinilai Rp 3 Juta permeter. Sementara taksasi dari pihak properti nilai aset klien kami sebesar Rp 11 Miliar lebih. Demikian juga ketika merujuk pada taksasi Kantor Jasa Penilai Pajak yang dimana nilai aset berupa tanah milik klien kami terhitung hingga sebesar Rp 8 Miliar lebih.

Andi Amin Tamatappi kemudian membeberkan bahwa berdasarkan data tim taksasi dari Toto Suharto & Rekan Bisnis Property Value license No. 2.090055/tanggal 10 oktober 2013 sebesar Rp. 11.269.400.000, dan tim taksasi Kantor Jasa Penilai Publik pada tanggal 30 september 2013 senilai Rp. 8.232.000.000. Terangnya.

Jadi untuk saat ini tim kuasa hukum Kusnadi berharap tak ada eksekusi atas lahan tersebut karena gugatan telah berjalan

"Selain kami sudah resmi ajukan gugatan perdata untuk menuntut taksasi aset klien kami yang sebenarnya ke Pengadilan Negeri Makassar, kami juga akan laporkan pidana secara resmi ke Kepolisian dekat ini ," jelas Andi Amin. (*/)