300 Pelatih Penggerak Peningkatan Kompetensi Guru Mungkin Orang Gila

Adhie Sabtu, 23 Desember 2017 19:18 WIB
366x ditampilkan Opini Pendidikan Profil

Terkininews.com -- Kawan-kawan Guru, ada yang tanya ke saya, Muhammad Ramli Rahim, mengapa saya harus berkumpul di Jakarta dalam Pengukuhan Pelatih Nasional IGI?. Saya harus beli tiket sendiri, saya harus mencari penginapan sendiri, bahkan jika kanal pelatihan saya disetujui, saya harus presentasi dan melatih 299 orang lainnya tanpa dibayar? Sudah gilakah saya??

Terkininews.com, sabtu (23/12/2017), pertanyaan ini sebenarnya hanya candaan kawan-kawan pelatih IGI yang memang sudah “GILA” karena hanya orang gila yang bisa menggerakkan IGI. 

Ketika Anies Baswedan menjabat Mendikbud dan menerima kami di Kantornya, beliau berujar “kalian semua ini mengerjakan sesuatu yang seharusnya bukan menjadi pekerjaan kalian, kami semua dijajaran kemendikbud hingga pejabat dinas di daerah ini bekerja untuk pendidikan tetapi kami digaji dan dihidupi negera, sementara kalian semua di IGI berjuang, berkorban untuk mencerdaskan bangsa ini tanpa digaji bahkan harus berkorban.

Tak salah ketika menutup Kongres II Ikatan Guru Indoensia di Makassar beliau menyebut IGI “You Are Small But Giant”. Saat itu IGI memang masih keci, tak lebih dari 100 kabupaten/kota yang aktif dan pula tak lebih dari 7 Provinsi yang beraktivitas secara rutin tetapi telah memampu membuat warna tersendiri dalam meningkatkan kompetensi guru.

Kini orang-orang “gila” itu makin bertambah banyak, mereka “gila” karena mereka mau melatih hingga pelosok negeri tanpa honor bahkan terkadang harus merogoh kantong sendiri. Di tempat mereka melatih akhirnya juga bertemu dengan guru “gila” yang rela merogoh kocek untuk konsumsi dan penyelenggaraan kegiatan pelatihan.

Jumlahnya memang tak banyak tapi dibandingkan dengan pelatihan atau bimtek beranggaran pemerintah, sedih juga jika dibandingkan. Bukan cuma peserta “gila”. Yang fasilitasi pun sudah “gila”, dibeberapa tempat, jangankan didukung oleh pemerintah setempat, mereka bahkan harus berhadapan dengan para pejabat pemerintah yang menggunakan kekuasaan mengangkangi organisasi guru, menungganginya dan tak ingin ada organisasi pembanding. 

Tak jarang pengurus IGI di daerah harus menjalani kenyataan pahit dikucilkan, dimutasi, diancam dan diintimidasi. Tetapi mereka memang sudah “gila”, mereka tak peduli dengans semua itu karena mereka yakin bahwa apa yang dilakukan IGI akan meningkatkan kompetensi guru Indonesia dan bisa mengubah Indonesia menjadi lebih baik.

Alhamdulillh, perlahan tapi pasti IGI mampu membuka mata banyak orang termasuk para pimpinan daerah bahwa IGI memang hadir untuk meningkatkan kompetensi guru, bukan untuk kepentingan politik, bukan untuk kepentingan para dosen dan pejabat.

Muhammad Ramli Rahim ketua umum pengurus pusat Ikatan Guru Indonesia bertanya apa manfaatnya menjadi guru “gila” berkumpul di Kemendikbud 5-7 Januari 2018 nanti?

Memasuk 2018, IGI memiliki misi besar untuk menjangkau seluruh pelosok tanah air agar tak ada lagi guru yang tertinggal dan berada dalam kondisi 'rendah kompetensi', jika dalam dua tahun IGI melatih 987.327 guru dalam kurun 2016-2017, maka tahun 2018 ini, IGI bertekad melatih satu juta guru hanya dalam satu tahun saja. 300 pelatih terpilih nantinya akan difasilitasi melatih antar provinsi.

Saya sebagai ketum IGI telah bersepakat dengan beberapa perusahaan agar dengan dana CSR atau dana lainnnya menerbangkan kawan-kawan guru pelatih ini untuk melatih di luar provinsi pelatih tersebut. 

Berkumpul di Jakarta adalah sebuah ujian keihlasan dan pembuktian kesungguhan berkorban untuk peningkatan kompetensi guru. Bagi yang lulus Uji akan mendapatkan fasilitas melatih diseluruh Indonesia. PP IGI juga telah siap menerima bantuan pemerintah untuk mempercepat akselerasi peningkatan kompetensi guru dan sudah dibicarakan.

PP IGI juga telah menyediakan 300 Voucher yang akan berlaku selama satu tahun untuk mendapatkan harga pelatih untuk pembelian tab A8 dan produk lainnya di blibli.com untuk jalur khusus IGI. PP IGI memastikan hanya akan memberikan voucer ini kepada mereka yang hadir di Jakarta. Tentunya akan sangat banyak manfaat lain menjadi pelatih IGI.

Karena PP IGI membuka kesempatan ini secara luas, kedepan tak ada lagi yang boleh mengeluh “saya tak difasilitasi oleh PP IGI” atau “saya tak diberi kesempatan oleh PP IGI” atau “hanya yang itu-itu saja yang jadi pelatih IGI seperti yang terjadi di instansi lain”

Kawan IGI yang sudah dapat, silahkan bergabung ke grup WA via tautan link di https://goo.gl/Md44HZ dan bagi yang belum mendaftar silahkan terlebih dahulu mendaftar sebagai peserta temu pelatih IGI di http://gg.gg/tnp_igi2018 (*)