Pilihan Antara Tukin atau TPG Bukan Hal Rasional

Adhie Ahad, 7 Januari 2018 21:20 WIB
467x ditampilkan Makassar Pendidikan

MAKASSAR, -- Perjuangan dalam mendapatkan Pakasi rupanya akan menjadi perjuangan yang sia sia dan menjadi isapan jempol semata apabila pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menerapkan Pergub Sulsel Nomor 130 Tahun 2017.

Terkait hal tersebut salah satu anggota DPRD Sulsel H. Syaharuddin Alrif angkat bicara dan meminta pemerintah propinsi yang terkait Pergub Sulsel Nomor 130 Tahun 2017 tentang pedoman pemberian tambahan penghasilan bagi PNS dan CPNS dilingkungan pemerintah provinsi Sulsel agar tidak mengabaikan hak guru sebagai pegawai yang bernaung dibawah pemerintah provinsi.

Syaharuddin yang juga Sekertaris Nasdem Sulsel ini meminta agar Pergub khususnya Dalam pasal 7 ayat 2 agar dapat dirubah dan mengakomodir guru, karena pada pasal tersebut yang berbunyi “bagi PNS dan CPNS dalam jabatan fungsional guru yang telah menerima tambahan penghasilan berupa tunjangan sertifikasi guru atau tunjangan lainnya yang sejenis, tidak diberikan TPP" itu adalah bentuk kesalahan perhitungan Pemprov Sulsel dalam menilai kesejahteraan guru.

Wacana untuk memberikan pilihan antara Tukin atau TPG (sertifikasi) pun sesungguhnya tidak rasional " jelasnya.

Baca juga!! ,http://terkininews.com/2018/01/04/Jika-Pemprov-Sulsel-Abaikan-8-Wacana-IGI-Maka-16000-Akan-Bergerak.html

"Kami berharap agar pemerintah propinsi tidak merugikan guru" tambah anggota DPRD wakil ketua komisi E ini.

Sementara itu Wahid Nara, S.Pd. M.Pd,  selaku ketua IGI wilayah Sulsel kepada terkininews.com, Minggu (7/01/2018) mengungkapkan jika organisasi guru akan terus memperjuangkan hak hak guru, untuk mendapatkan tunjangan profesi guru atau sertifikasi begitu sulit dilalui guru. jelasnya.

"Kami berharap agar tetap mendapat tunjangan kinerja karena beban kerjanya memang begitu berat" tambah mantan Presiden BEM UNM ini.

Selama ini motivasi guru dalam melaksanakan tugas cukup tinggi, apalagi perjuangan kadis pendidikan agar guru mendapat tunjangan pakasi sudah terasa, dan jika dicabut akan lansung dirasakan dampaknya bagi guru. Jelas Wahid Nara (*)