IGI Fasilitasi Dua Sekolah Makassar Dapatkan STI DAN SSLC Pertama Luar Jawa

Adhie Kamis, 1 Februari 2018 17:57 WIB
86x ditampilkan Makassar Pendidikan

MAKASSAR, -- Ikatan Guru (IGI) Indonesia bersama PT Samsung Electronic Indonesia mengunjungi langsung SMK Negeri 10 Makassar dan SMA Islam Al Azhar Makassar.

Ketua Umum IGI bersama dua pimpinan samsung, Banu Afwan Pribadi, Head of Pre Sales and Solutian dan Ennita Pramono, Head of Citizenship yang terbang langsung dari Jakarta dalam rangka memastikan hadirnya Samsung Tech Institut pertama di Luar Jawa pada SMK Negeri 10 Makassar dan Samsung Smart Learning Class II di Indonesia pada SMA Islam Atihrah.

Pemilihan dua sekolah tersebut telah didasari pada potensi masa depan pengembangan pendidikan berbasis IT di Sulsel. Ujar Ramli Rahim pada pesan tertulisnya Kamis (1/2/2018) terkininews.com

Samsung Tech Institut adalah ruang belajar sekaligus laboratorium teknologi canggih yang mengikuti perkembangan jaman. SMK 10 akan diberikan 4 ruangan canggih yang dilengkapi seluruh fasilitasnya oleh PT. SEIN. Empat Ruangan itu adalah ruangan khusus untuk HP, Alat Rumah Tangga,  elektronik dan service centre. 

Selain diberikan fasilitas lengkap untuk belajar menggunakan Tablet A8 dan semua fasilitas praktek, SMK 10 juga akan mendapatkan pelatihan berkelanjutan dan termutakhir sesuai perkembangan teknologi. Tandas Ramli Rahim

Lanjut menurut ketua IGI pada tanggal 5 feberuari dua orang gurunya akan dikirim ke Jakarta untuk mengikuti pelatihan khusus bersama ratusan guru dari STC lainnya di Pulau Jawa.

Andi Umar, Kepala SMKN 10 Makassar merasa seperti mendapat durian runtuh, samsung memilih SMKnya sebagai sekolah untuk STI.

Selanjutnya tim bergerak ke SMA Islam Al Azhar dan diterima direktur sekolah, kepala SMA beserta jajarannya. Kali ini selain Ketum IGI dan dua Pimpinan Samsung, juga hadir tim teknik yang langsung bekerja menyiapkan SSLC seperti yang sudah ada di SSLC IGI di Jalan Gagak Makassar. 

Jasman Luasin, Direktur Sekolah Islam Al Azhar sangat bangga sekolah terpilih dan akan memaksimalkan dengan baik keberadaan SSLC di sekolahnya. Berbeda dengan STC yang khusus SMK dan memiliki 4 ruangan, SSLC hanya satu ruangan dan bersifat umum.

Irman Yasin Limpo, Kadis Pendidikan Sulsel yang ditemui sebelum ke Bandara Hasanuddin sangat bangga dan berterima kasih karena Sulsel dipilih oleh Samsung dalam menghadirkan pembelajaran berbasis teknologi termutakhir. Kepada kedua Pimpinan Samsung dan Ketum IGI beliau berjanji akan terus mendorong pembelajaran berbasis IT ini di Sulsel.

Nantinya jika STI dan SSLC ini sudah rampung dan ditargetkan tuntas feberuari ini, diharapkan Mendikbud dan Gubernur Sulsel bisa bersama-sama meresemikannya. STI untuk Sulsel adalah yang ke 27 yang dibantu samsung dan pertama diluar Jawa. (*)