Dilaporkan Intan ke Propam Polda Sulsel, Kapolres Jeneponto : Silahkan

Adhie Jumat, 2 Februari 2018 21:08 WIB
215x ditampilkan Headline Makassar

MAKASSAR, -- Peristiwa kejadian yang berawal pada senin  (29/1/2018) lalu, membuat korban Intan (50) melakukan mediasi atas kelakuan 20 oknum Polisi Polres Jeneponto di kediamannya, Desa Ci’nong, kelurahan Tonrokassi, kecamatan Tamalate, Kabupaten Jeneponto.

Intan korban yang tengah berada di rumahnya didatangi sekelompok pelaku berjumlah 20 orang mengenakan kaos oblong memasuki rumahnya dan langsung merusak pagar.

Para pelaku tersebut juga mengaku sebagai oknum Polisi yang langsung melakukan penggeledahan sehingga Intan kehilangan 3 buah handphone, uang tunai sebesar Rp. 13. 600.000 Juta, 1 buah tv, 1 buah jam tangan, dan 6 unit sepeda motor yang berada dirumah korban.

Intan Jum'at (2/02/2018) mengatakan bahwa saat itu dirinya tengah berada di dalam rumah dan menyaksikan oknum yang mengaku polisi tersebut melakukan pengrusakan. terkininews.com

“kejadian terjadi sekirar pukul 02:30, oknum yang mengaku polisu tersebut saat berada di dalam rumah langsung mengambil 3 Hp, uang Rp. 13.600.000 juta rupiah, 1 jam tangan layar sentuh, tv, dan motor dibawa Rumah 6 unit juga diambil,” Ungkap Intan saat ditemui di Cofe Lovers, Jalan Hertasning Makassar.

Menurutnya juga kalau dirinya merasa tak pernah melanggar hukum, bahkan dia mengaku kaget saat 20 orang oknum  yang mengaku tersebut melakukan penggeledahan dan mengambil barangnya tanpa memperlihatkan surat perintah. Inbuh Intan

”Tidak ada juga surat tugas yang dia perlihatkan saat melakukan penggeledahan dan penyitaan barang,” Jelas Intan di hadapan media terkininews.com

Atas kejadian itu Intan telah melaporkan melaporkan Aipda RS oknum anggota Polri ke Polda Sulsel untuk mendapatkan keadilan serta menyerahkan proses selalanjutnya kebagian Propam.

Sementara itu Kapolres Jeneponto AKBP Hary Susanto yang dikonfirmasi menyataka bahwa hal tersebut tidak benar dan telah mempertanyakan sendiri hal tersebut kepada anggota bawahannya.

Hery menyebutkan, bahwa pemberitaan Intang tidak pernah tersandung kasus, Hery Susanto, menjelaskan bahwa Intang telah menjalani proses hukum tahun lalu.

"Intang mengaku tidak pernah tersangkut dengan hukum padahal tahun lalu ia baru keluar dari penjara dan dihukum 3,5 tahun sebagai bandar narkoba," tegas Hary.

Dari penjelasan Kapolres Jeneponto, menyebutkan bahwa Intan itu dulu biasa dipanggil sebagai Mama Lauren pernah digerebek dan lari. Terkait barang-barang elektronik tersebut diduga adalah hasil kejahatan yang dia jual lalu di tukar dengan narkoba jenis sabu-sabu.

"Jadi intinya apa yang dia katakan tidak benar. Kalaupun dirinya merasa benar silahkan melapor dan kami akan melakukan tindakan terhadap anggota jika memang terbukti, terang perwira polisi berpangkat dua bunga ini. (*)