Sekjen Fraksi Minta Klarifikasi Video Peryataan Kapolri di Pondok Pesantren Annawawi

Adhie Sabtu, 3 Februari 2018 11:56 WIB
95x ditampilkan Makassar Nasional

JAKARTA, -- Sekretaris Jenderal Front Gerakan Aktivis Indonesia, Andi Awaluddin Mangantarang meminta klarifikasi terkait sebuah video yang belakangan menjadi viral.

Video itu menampilkan pidato Tito di Pondok Pesantren Annawawi, Serang, Banten pada 8 Februari 2017, dimana dalam video tersebut Kapolri telah melontarkan pernyataan yang seolah mengesampingkan ormas islam di luar Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. 

Dalam video tersebut Kapolri seolah mamantik dan membuat situasi panas apalagi ini jelang tahun politik, seharusnya kapolri justru menjadi pengadem (mendinginkan suasana) selaku aparat polri apalagi dirinya pucuk pimpinan tertinggi dalam korps tribrata.

Kami menyarankan agar pak Tito untuk kembali membuka lembaran sejarah dan belajar sejarah perjuangan bangsa ini, karena jika benar pernyataan seperti ini tidak layak di ucapkan seorang aparat hukum apalagi posisinya selaku orang nonor satu di institusi kepolisian, karena hal-hal seperti ini berpotensi memancing suasana tidak kondusif apalagi jelang tahun politik, yang seharusnya seorang kapolri justru mampu menjaga stabilitas politik nasional.

Lanjut melalui pesan tertulisnya, Awal menilai video Tito yang viral itu sangat provokatif dan menyimpang dari fakta sejarah tentang ormas Islam di Indonesia. Dia mengkritik pernyataan Tito dalam rekaman video itu yang menafikan keberadaan dan peran ormas Islam di Indonesia selain Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

"Sekali lagi jika video itu benar, saya heran kok Pak Tito bisa pidato yang provokatif dan ahistoris. Sulit ditolerir jika Kapolri jadi pelontar isu SARA dan hate speech. Tapi kalau tidak paham sejarah sih dapat dimaklumi, toh Pak Anton Charliyan juga ketika tampil di ILC tidak tahu anggota-anggota Panitia Sembilan,"

Ini asumsi berarti sistem pendidikan yang ada di kepolisian pada saat mereka di bentuk dan di didik menjadi bhayangkara negara perlu di pertanyakan kasian jika para jenderal pengetahuan sejarahnya minim sehingga ngomongnya ngelantur tidak jelas, yang ada bukan menangkap provokator malah jadi provokato0r.

Awal menuturkan, Sabtu (3/02/2018), terkininews.com, mengatakan banyak mendapat masukan dari masyarakat agar melalui DPR untuk mendorong Presiden Joko widodo (Jokowi) mencopot Tito dari jabatannya sebagai Kapolri. 

Menurutnya, pernyataan Tito dalam rekaman video itu merupakan kesalahan sangat fatal dan jauh dari kepantasan seorang pengayom masyarakat termaksud pengayom semua elemen ormas, jadi kami dengan ini juga menyatakan sikap tegas dan mendesak presiden Jokowi untuk mencopot Kapolri, meminta DPR melakukan pemanggilan dan hearing terhadap kapolri mengklarifikasi hal ini.

Tahun ini, tahun politik tentu harusnya kapolri yang menjaga stabilitas politik nasional, bukan malah menjadi pemantik situasi gaduh, terlalu mahal institusi polri harus tercoreng oleh prilaku oknum seperti ini, ada memang baiknya Kapolri Tito Karnavian dicopot saja, Polri tidak kekurangan SDM yang lebih baik dan mumpuni. tutup, Awal dala pernyataan Pers melalui surat elektronik.(*)