Pemda NTB Abaikan Tuntan, Warga Sape Blokir Jalan

Redaksi Rabu, 7 Februari 2018 19:06 WIB
109x ditampilkan Headline

BIMA, -- Pasca jebolnya Dam Sape (Raba Semen) yang terjadi pada 20 januari 2018 bulan lalu berdampak buruk bagi perekonomian dan seluruh areal pertanian seluas 1024 hektar gagal panen.

Konon menurut warga sekitar bahwa Dam tersebut terakhir diperbaiki pada tahun 2017 lalu oleh tanggap darurat Balai Wilayah Sungai Nusatenggara 1 yang kini mengalami kerusakan berat sehingga Dam tak berfungsi sama sekali.

Hal tersebut menjadi pemicu gerakan persatuan pemuda peduli Dam - Naru Barat (PPPD-NB), melakukan unjuk rasa menuntut pemerintah untuk bekerja ekstra cepat menangani Dam Induk di kecamatan Sape, Kabupaten Bima. terkininews.com

Mewakili aspirasi masyarakat Ma'ruf Rabu (7/02/2018), menuturkan bahwa meski ada aksi didepan kantor camat sape, senin 29 januari 2018 lalu dan telah ada kesepakatan untuk pengerjaan secepatnya, namun hingga kini sama sekali belum ada aktivitas kegiaatan 

Dirinya juga menjelaskan jika saat ini dilokasi Dam masyarakat juga sedang melakukan gotong royong secara manual dengan menggunakan ranting kayu, serta pasir dan tanah yang akan dipasang sementara pada Dam. 

Langkah tersebut dilakukan oleh masyarakat yang berharap agar Dam tersebut dapat berfungsi sebagaimana mestinya guna mengairi lahan lahan warga yang dilanda kekeringan.

Lalu, mana janji pemerintah??

Apakah pihak Pemprov NTB akan tinggal diam dan melihat derita warga yang gagal panen? Dari pemikiran tersebut yang tanpa terencana, akhirnya material awal untuk Dam digunakan sebagai bahan pemblokiran jalan wujud kekesalan dan kekecewaan warga terhadap pemerintah.

Sementara itu muspika kec sape antara lain Kapolsek, Danramil serta camat sehabis dari Pemda meminta masyarakat membuka jalan dan menyampaikan kepada warga untuk langsung menghadap Pemda NTB untuk tindak lanjut pengerjaan Dam.

Namun masyarakat tak mengindahkan permintaan muspika dan tetap melakukan pemblokiran jalan hingga ada titik terang. Masyarakat akan segera membuka jalan apabila telah ada nampak kendaraan alat berat. (*)