HPN Komisioner KPAI Himbau Pers Dapat Rahasiakan Identitas Subyek Dalam Pemberitaan

Redaksi Sabtu, 10 Februari 2018 20:10 WIB
53x ditampilkan Headline Jakarta

JAKARTA, -- Media massa yang berperan sangat penting sebagai salah satu pilar demokrasi. Sebagaimana tugas dan fungsinya, media massa memiliki peran dalam mengedukasi masyarakat, diantaranya mendidik masyarakat untuk menghargai hak-hak anak.

Selama ini publik selalu mendapatkan informasi berbagai kasus pelanggaran anak dari pemberitaan media.

Sementara dipihak lain, upaya negara dan civil society juga dalam mencegah dan menangani kasus-kasus anak semakin masif diberitakan. Ini merupakan kontribusi nyata dari rekan-rekan insan pers, tegas Susanto Ketua KPAI

KPAI sebagai komisi negara independen yang memiliki mandat pengawasan perlindungan anak sangat terbantu oleh peran media, terkininews.com

“Dalam rangka peringatan hari pers nasional 2018 ini, KPAI meyampaikan penghargaan tinggi kepada media massa yang sudah menyajikan pemberitaan yang menghargai hak-hak anak, baik anak sebagai korban, saksi, maupun sebagai pelaku tindak pidana,” Ujar Putu Elvina, MM, Komisioner Bidang ABH. 

“Pada Kesempatan ini Sabtu (10/2/2018), melalui terkininews.com, KPAI juga hendak mengingatkan media untuk menyajikan pemberitaan yang menghormati hak-hak anak sebagaimana diatur dalam pasal 19 Undang-undang No 11/tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA)”, ujar Rita Pranawati, Wakil Ketua KPAI.

Selain itu, “KPAI masih menemukan banyak pemberitaan anak, baik sebagai korban maupun pelaku pidana, yang ditampilkan foto atau videonya tanpa memblur wajah anak, menyampaikan identitas anak korban, anak saksi maupun anak pelaku secara rinci dalam pemberitaan, padahal hal ini jelas-jelas melanggarkan UU SPPA,” ujar Retno Listyarti, Komisioner Bidang Pendidikan, sekaligus Koordinator media.

Mengingat kejahatan trafiking dan eksploitasi anak modusnya semakin canggih, peran insan pers sangat diperlukan dalam pengungkapan modus dan  intervensinya, tegas Komisioner Bidang Trafiking dan Eksploitasi Anak,  Ai Maryati Solihah, M.Si.

Deretan kasus pornografi dan cybercrime terus terungkap. Kontribusi insan pers dalam pemberitaan sangat membantu dalam membongkar beragam kasus tersebut. Berharap insan pers terus berkomitmen membantu mengkhabarkan kepada publik pentingnya melindungi anak dari pornografi, tegas Hj. Margaret Aliyatul Maimunah, M.Si Komisioner Bidang Pornografi dan Cybercrime.

Bencana di berbagai titik daerah telah banyak menyisakan masalah bagi korban anak. Insan pers telah banyak membantu mengkhabarkan kepada publik pentingnya perlindungan anak, mulai kesiapsiagaan, hingga rehabilitasi. Kami bangga dengan peran rekan2 pers, jelas Susianah Affandy, M.Si Komisioner Bidang Sosial dan Anak dalam Situasi Darurat.

Jaringan pers yang sangat luas dan memiliki empati yang tinggi telah membantu kami dalam mengungkap dan mencarikan solusi serta pengawasan,  ragam kasus terkait layanan kesehatan dan pengungkapan kejahatan narkoba. 

Pers juga menjadi bagian positif pembuka kotak Pandora pada bagian yang kerap tabu dan sensitif untuk di kemukakan. Support pers membuat isu crusial yang awalnya disepelekan menjadi dapat diangkat menjadi isu prioritas.

Kami KPAI memberikan apresiasi atas jasa jasa tersebut, jelas Dr (Cand) Sitti Hikmawatty, S.St., MPd. Komisioner Bidang Kesehatan dan Napza dalam pesan tertulis

"Indonesia saat ini menghadapi 171 Pilkada. Kerentanan anak disalahgunaan dalam kegiatan politik cukup tinggi. Peran media sangat diperlukan utk wujudkan Pilkada ramah anak.  Kami berharap rekan2 media ikut mengawal pengawasannya, "jelas Jasra Putra, M.Pd Komisioner Bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak.

Pada kesempatan ini juga atas nama 9 komisioner KPAI yaitu Dr. Susanto. MA, Rita Pranawati. MA, Retno Listyarti, M.Si, Susianah Affandy, M.Si, Putu Elvina, MM, Hj. Margaret Aliyatul Maimunah, M.Si, Dr (Cand) Sitti Hikmawatty, M.Pd, Ai Maryati Sholihah, M.Si, dan Jasra Putra, M.Pd menyampaikan “SELAMAT HARI PERS NASIONAL 2018”. Sembari nerharap insan pers terus konsisten dalam :

  • Memberikan informasi edukatif dan inspiratif untuk anak Indonesia.
  • Merahasiakan identitas anak sebagai korban, saksi dan pelaku  dalam pemberitaan kasus2 anak.
  • Menginspirasi penyelenggara perlindungan anak, agar memaksimalkan perannya dg baik.
  • Mengedukasi masyarakat ttg pentingnya literasi media. 

Semoga dedikasi dan komitmen insan pers kepada isu anak, dapat memberikan konstribusi nyata bagi pemenuhan hak-hak anak dan  perwujudan Indonesia ramah anak.(*)