Keyakinan BBT, Sarankan ARA Beri Danny Pertimbangan Angkat Bendera Putih

Adhie Sabtu, 7 April 2018 07:55 WIB
555x ditampilkan Headline Makassar

MAKASSAR, -- Atas dasar tiga permasalah yang telh teruji pengadilan TUN atas semua bukti yanh mulai dari pengangkatan pegawai honor untuk jadi relawan pendidikan, pembagian hape untuk kepentingan mencari dukungan KTP, hingga tagline 2 x tambah baik, terbukti dan diputuskan pengadilan sebagai sebuah kesalahan

Busranuddin yang akrab disapa BBT dan dua periode memimpin partai berlambang Ka'ba ini kepada ARA menyarakan agar Danny memilih angkat benderah putih.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPC PPP Kota Makassar yang menyarankan kepada rekannya di dewan, Adi Rasyid Ali (ARA) untuk memberi pertimbangan kepada Danny untuk segera angkat bendera putih. Katanya usai mengikuti gladi pelantikan wakil ketua DPRD Makassar, Rudiyanto Lallo, di ruang paripurna DPRD Makassar kemarin

Suatu keyakinan Busranuddin Baso Tika terhadap Mahkamah Agung terkait putusan TUN tersebut bahwa akan mendiskualifikasi petahana Ramadhan Pomanto- Indira Mulyasari dari kontestan Pilwali Makassar sangatlah besar ungkapnya Sabtu (07/4/2018) terkininews.com

"Saya yakin seyakin yakinnya, yang mulia Hakim Mahkamah semakin memperkuat putusan TUN, karena itulah, saya sarankan lewat pak ketua tim DIAmi, pak Adi Rasyid Ali agar memberi pertimbangan ke pak Danny segera angkat bendera putih. Ini momentum terbaik agar tetap menjaga ketokohannya," kata Busranuddin mengulan kepada terkininews.com melalui phone selularnya.

Lanjut menurut legislator dua periode ini, bahwa dengan adanya putusan pengadilan TUN yang diputuskan secara bulat oleh seluruh majelis hakim, dapat menjadi bukti yang tidak terbantahkan bahwa Danny telah melakukan pelanggaran sangat fatal. Tandas orang yang akrab di sapa BBT.

 "Sayalah orang pertama yang akan memberi penghormatan jika itu dilakukan. Ini menjadi contoh referensi pemimpin yang baik, jadi tauladan dan dikenang dalam tinta emas. Sebaliknya, menjadi kurang elok jika yang disalahkan adalah pengadilan  yang harus kita hormati,"ujarnya. (*)